JPNN.com

Antisipasi Nataru, Gapoktan di Jatim Pasok Beras ke TTIC NTT

Senin, 09 Desember 2019 – 18:16 WIB Antisipasi Nataru, Gapoktan di Jatim Pasok Beras ke TTIC NTT - JPNN.com
Para pemilik Toko Tani. Foto: BKP Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, harga pangan biasanya mengalami kenaikan di beberapa wilayah. Hal ini dikarenakan adanya kenaikan permintaan bahan pangan oleh masyarakat pada momen tersebut.

Terkait hal ini, Mentan Syahrul Yasin Limpo menaruh perhatian besar terhadap stok pangan yang tersedia. Khusus beras, tahun ini stok bisa dikatakan cukup. “Kebutuhan Natal dan Tahun Baru saya pastikan aman. Kami juga sudah mengantisipasi dan melakukan validasi data dari kesiapan-kesiapan panen,” papar Mentan SYL dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/12) lalu.

Mentan juga menyatakan, hingga saat ini stok beras mencapai sekitar 4,7 juta ton yang tersebar di Bulog, penggilingan, pedagang, dan di masyarakat. Diprediksi dalam waktu 4 bulan ke depan akan aman untuk mencukupi kebutuhan beras dalam negeri.

Sementara itu, Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi ketika dihubungi di kantornya pada Jumat (6/12) menerangkan pihaknya telah merumuskan langkah aksi stabilisasi pasokan dan harga pangan jelang Natal dan Tahun Baru.

"Guna mengantisipasi peningkatan permintaan terhadap pangan khususnya pangan pokok beras jelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, salah satu aksi yang kita lakukan adalah memperlancar distribusi dan pengadaan pasokan beras dari wilayah surplus ke defisit," kata Agung.

Satu langkah aksi tahap awal ini adalah menggelontorkan 22 ton beras dari Gapoktan PUPM (Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat) Jawa Timur ke TTIC (Toko Tani Indonesia Centre) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kerjasama Gapoktan PUPM Jatim dan TTIC Prov. NTT ini akan terus dilanjutkan untuk menjamin pasokan beras di TTIC Prov. NTT.

“Langkah ini kami lakukan sebagai upaya Pemerintah dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat pangan dengan harga yang wajar sehingga jelang Nataru tahun ini tidak terjadi gejolak harga beras,” ungkap Risfaheri, Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Badan Ketahanan Pangan.

“Ke depan pembenahan manajemen logistik dalam menggerakkan beras dari wilayah surplus ke wilayah defisit menjadi faktor penting yang harus terus dilakukan agar efisiensi rantai distribusi beras tercapai," tambah Risfaheri.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...