Antisipasi Resesi, Kemendag Genjot Konsumsi Produk Dalam Negeri

Antisipasi Resesi, Kemendag Genjot Konsumsi Produk Dalam Negeri
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Foto : Wahyu Putro A/foc./Antara

jpnn.com, JAKARTA - Ekonomi Indonesia tercatat negatif 5,32 persen pada kuartal kedua 2020.

Agar tak masuk ke dalam jurang resesi, pemerintah pun terus menggenjot konsumsi atau belanja di dalam negeri.

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan, salah satu upaya untuk kembali menumbuhkan ekonomi ialah dengan meningkatkan konsumsi produk buatan dalam negeri.

“Kementerian Perdagangan terus berupaya menggerakkan roda perekonomian, salah satunya melalui program Bangga Buatan Indonesia. Pemerintah mengajak masyarakat membeli produk buatan dalam negeri,” kata Menteri Agus dalam siaran pers, Rabu (12/8).

Indonesia, kata Agus, memiliki jumlah penduduk 267 juta jiwa. Dari besarnya jumlah penduduk tersebut, jika terus didorong untuk berbelanja barang-barang lokal, maka bisa menumbuhkan ekonomi.

Menurut Agus, konsumsi masyarakat terhadap produk dalam negeri dapat memberikan efek domino bagi penguatan pasar dalam negeri, meningkatkan lapangan kerja bagi masyarakat, termasuk menjamin pendapatan pekerja lokal.

Apalagi aneka produk buatan Indonesia seperti batik, tenun, fashion, busana muslim, dan lain sebagainya juga mampu bersaing dengan produk luar.

Agus menyebutkan, produk dalam negeri seperti yang dihasilkan pelaku UMKM, memiliki material berkualitas, bermutu baik, memiliki desain unik dan beragam, serta harga cenderung lebih terjangkau.

Kemendag mendorong masyarakat menggunakan produk dalam negeri untuk menggerakkan ekonomi, agar tidak tergelincir ke jurang resesi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News