Jumat, 21 September 2018 – 03:12 WIB

Kerusuhan SARA di Sri Lanka

Antisipasi Serangan, Salat Jumat Dibagi Dua Shift

Sabtu, 10 Maret 2018 – 10:44 WIB
Antisipasi Serangan, Salat Jumat Dibagi Dua Shift - JPNN.COM

jpnn.com, KANDY - Umat Islam di Distrik Kandy, Sri Lanka, hidup dalam ketakutan sejak pecahnya kerusuhan SARA, Senin (5/3) lalu. Kabar bahwa warga beragama Buddha Sinhala akan kembali menyerang terus berhembus.

Kemarin pagi, Jumat (9/3), penduduk makin waswas. Beredar informasi bahwa mereka akan diserang saat salat Jumat.

Jika serangan sampai terjadi, kerusakan bakal semakin masif. Sebab, para perempuan yang tinggal di rumah pasti tak bisa berbuat banyak ketika massa datang.

Strategi pun dirancang. Salat wajib bagi pria muslim itu dibagi menjadi dua kelompok. Gelombang pertama salat lebih dulu dan sisanya menjaga properti yang tersisa.

Setelah gelombang pertama selesai salat, baru mereka yang sebelumnya berjaga berangkat salat dan yang sudah menunaikan salat ganti bersiaga. Dengan begitu, para perempuan dan anak-anak tak ditinggal sendirian.

Di beberapa kota di Distrik Kandy, sebagian besar polisi sudah ditarik dan jalanan sepi. Tapi, tidak demikian halnya dengan Kota Kandy. Pengamanan malah diperketat. Tentara dan polisi dikerahkan untuk berjaga kemarin.

Saat salat, ada beberapa polisi bersenjata yang mengamankan situasi. Salat dilakukan di lapangan terbuka karena masjid di kota itu sudah dibakar.

Entah karena pengamanan yang ketat atau penduduk yang sudah siap melawan, yang jelas serangan tak jadi dilakukan.

Sumber : Jawa Pos
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar