JPNN.com

APPSI Sebut Tiket Mahal Bisa Ganggu Pertumbuhan Ekonomi

Kamis, 21 Februari 2019 – 22:07 WIB APPSI Sebut Tiket Mahal Bisa Ganggu Pertumbuhan Ekonomi - JPNN.com

jpnn.com, PADANG - Kenaikan harga tiket ditambah kebijakan bagasi berbayar ternyata tidak hanya dikeluhkan masyarakat dan pemerintah daerah.

Persoalan tersebut juga dikeluhkan para gubernur dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) yang berlangsung di Hotel Grand Inna Padang, tadi malam (20/2).

Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, maka bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

"Mahalnya harga tiket pesawat membuat kita yang didaerah ini sangat terpukul. Di provinsi kami, Sulawesi Tengah, harga tiket kelas ekonomi saja rute Palu ke Jakarta, mencapai Rp 2,5 juta," ungkap Longki Djanggola yang baru saja terpilih menjadi Ketua Umum APPSI menggantikan mantan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, tadi malam.

Menurut Longki, polemik harga tiket pesawat ini mesti menjadi perhatian serius semua pihak, khususnya pemerintah. Oleh sebab itu, melalu Rakernas APPSI ini diharapkannya pemerintah bersama seluruh pemda bisa mencarikan solusi konkret yang bisa dieksekusi dalam waktu dekat.

"Diharapkan dengan hadirnya Bapak Wapres besok (hari ini, red), kita bisa saling bersinergi dan mencarikan solusi dari polemik harga tiket pesawat ini," ujarnya.

Selain harga tiket pesawat dan bagasi berbayar, kata Longki, ada berbagai hal yang perlu dibahas dalam Rakernas APPSI ini. Seperti masalah impor, pengembangan produk unggulan yang dimiliki masing-masing daerah, mitigasi bencana gempa dan tsunami serta likuifaksi hingga merancang program APPSI selama tahun 2019.

"Diharapkan, dengan kedatangan tiga menteri besok (hari ini, red) yang akan memberikan materi, seperti Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian dan Menteri Pertanian, dapat memberikan penjelasan dan solusi pada kita semua berdasarkan tupoksi yang dimiliki masing-masing," jelasnya.

Mantan Ketua Umum APPSI, Soekarwo mengatakan selama delapan bulan terakhir pihaknya sudah melakukan berbagai program kerja. Di antaranya, seminar-seminar tentang pemerintahan yang baik, ekspedisi di 34 provinsi serta mencatat berbagai program di masing-masing daerah yang dianggap berhasil. "Berbagai prestasi yang diraih sejumlah daerah, kalah pamor jika dibandingkan berita OTT KPK kepada sejumlah kepala daerah," ujar mantan Gubernur Jatim itu disambut gelak tawa para hadirin.

Ke depan, dia berharap kerja sama antara anggota APPSI terus ditingkatkan. Sebab, salah satu kunci kemajuan itu terletak pada kuat atau lemahnya kerja sama dan kolaborasi yang dilakukan.

"Kami pernah mengusulkan antara bank daerah itu saling bekerja sama. Sehingga terjadi efisiensi mencapai 18 persen. Itu berdasarkan kajian yang kami lakukan," ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno memastikan Wakil Presiden Jusuf Kalla akan menghadiri Rakernas APPSI yang digelar hari ini (21/2). Kedatangan Wapres diharapkan bisa merespons berbagai persoalan yang dihadapi daerah termasuk soal mahalnya harga tiket pesawat dan kebijakan bagasi berbayar.

"Sehingga ada solusi konkret. Sebab, kami khususnya yang di Sumbar sangat merasakan efek dari mahalnya harga tiket dan bagasi berbayar. Tidak hanya berdampak terhadap pariwisata namun juga terhadap lesunya penjualan produk UMKM," beber Irwan dalam Rakernas APPSI yang dihadiri Gubernur dari 34 provinsi tersebut.

Di sisi lain, Irwan juga mengajak para peserta mengunjungi sejumlah destinasi wisata yang ada di Sumbar setelah Rakernas APPSI ini selesai digelar pada 22 Februari. "Banyak spot wisata menarik di Sumbar ini. Ada desa terindah di dunia, yaitu Nagari Pariangan, ada Jam Gadang, ada Mandeh yang menjadi Raja Ampatnya Sumatera dan berbagai destinasi menarik lainnya," kata Irwan berpromosi.(cr23)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...