Arkeolog Temukan Reruntuhan Rotterdam

Arkeolog Temukan Reruntuhan Rotterdam
Arkeolog Temukan Reruntuhan Rotterdam

jpnn.com - MAKASSAR--- Tim arkeologi Universitas Hasanuddin yang melakukan ekskavasi di Fort Rotterdam, menemukan adanya material yang diduga reruntuhan benteng pada masa lalu.

Material tersebut berupa tumpukan bebatuan yang acak, pasir, serta adanya susunan batu yang terlihat masih rapi, namun sudah tertimbun campuran aneka material. Gabungan seluruh material ini diduga merupakan pagar bagian selatan Benteng Rotterdam yang sebelumnya telah rubuh.

Tim peneliti ini memang sedang fokus melakukan penelitian untuk memecahkan asumsi apakah Benteng Rotterdam di bagian selatan dahulu memiliki pagar tembok sama seperti bagian timur, barat, dan utara. Misteri itu masih belum terpecahkan hingga sekarang.

Terdapat dua versi mengenai keberadaan Benteng itu. Dalam foto temuan tim yang diambil pada kisaran 1930-an, ditemukan tidak adanya pagar di bagian selatan benteng yang dikenal juga dengan nama Benteng Pannyua tersebut. Namun dalam buku besar desain benteng yang dibuat Belanda, pagar tembok tersebut memang ada.

"Ada beberapa benda buatan Belanda, juga batu yang diduga belum pasti reruntuhan dinding benteng," ujar tim ahli arkeologi Unhas, Iwan Sumantri, kepada FAJAR (Group JPNN) kemarin.

Arkeolog sejauh ini sudah menemukan balok-balok batu dari hasil penggalian selama sepekan. Iwan mengatakan, hampir pasti konstruksi itu merupakan bagian dinding pada masa lampau. Hanya saja kesimpulan belum bisa diambil karena masih banyak hal yang harus dianalisis. Apalagi, tim masih terus melakukan pendalaman dan masih terus mencari temuan-temuan baru.

Penelitian Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Unhas ini bekerja sama dengan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar (BP3M). Tujuannya untuk menemukan konstruksi dan struktur dinding benteng bagian selatan. Juga untuk mengetahui mekanisme runtuhnya balok-balok batu benteng yang dulunya diduga memang ada.

Dalam gambar temuan yang diambil sebelum masa kemerdekaan Indonesia, memang menujukkan sudah tidak adanya dinding benteng yang dimaksud. "Tetapi ada juga gambar studi kelayakan yang dibuat Belanda, yang menunjukkan bahwa di situ ada dinding," imbuh Iwan.

MAKASSAR--- Tim arkeologi Universitas Hasanuddin yang melakukan ekskavasi di Fort Rotterdam, menemukan adanya material yang diduga reruntuhan benteng

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News