Minggu, 19 November 2017 – 08:13 WIB

AS-Jepang Sampaikan Belasungkawa

Jumat, 01 Januari 2010 – 02:37 WIB
AS-Jepang Sampaikan Belasungkawa - JPNN.COM

JAKARTA - Belasungkawa atas meninggalnya Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur terus mengalir. Kabar kematian Bapak Pluralisme tersebut menuai simpati dari wakil Pemerintah Jepang dan Amerika Serikat (AS). Duka cita dari Negeri Sakura disampaikan langsung PM Yukio Hatoyama dan Menteri Luar Negeri Katsuya Okada kepada keluarga Gus Dur.
     
Dalam dokumen yang dirilis kepada media oleh Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, PM Hatoyama menyampaikan penghormatan terhadap Guru Bangsa tersebut. Menurut Hatoyama, sebagai negara yang secara geografis ada dalam wilayah yang sama, Jepang pun merasakan duka yang dirasakan warga Indonesia.
     
"Mantan Presiden Abdurrahman Wahid adalah pemimpin yang memiliki jiwa besar dan telah mendorong proses reformasi di Indonesia dalam berbagai bidang. Beliau berjasa dalam meningkatkan hubungan persahabatan antara Jepang dan Indonesia," tegas PM Hatoyama dalam suratnya.
     
Atas nama pemerintah dan rakyat Jepang, Hatoyama menyampaikan penghormatan yang setinggi-tingginya atas jasa-jasa Gus Dur. Menlu Okada menambahkan, Jepang akan senantiasa mengingat jasa besar Gus Dur dalam menjalankan reformasi bidang politik, pendidikan, sosial dan budaya di Indonesia. "Penghargaan setinggi-tingginya kepada almarhum atas jasanya menyatukan visi Indonesia-Jepang," tegas dia.
     
Sementara itu, Kedubes AS di Jakarta menyatakan bahwa Gus Dur memiliki banyak pengagum di Negeri Paman Sam. Menurut Dubes AS untuk Indonesia Cameron R. Hume, wafatnya Gus Dur berarti Indonesia dan para sahabatnya di AS dan di seluruh dunia telah kehilangan seorang pemimpin yang inspiratif dan pejuang besar kemanusiaan.
     
"Gus Dur memiliki banyak pengagum di AS dan dia akan selalu dikenang atas kelembutan hati dan toleransi serta penghormatan terhadap keadilan dan hak azasi manusia (HAM) serta komitmen yang kuat terhadap demokrasi," tegas Cameron.
     
Semasa hidupnya, ujar Cameron, Gus Dur memainkan peran yang sangat penting dalam kebangkitan masyarakat madani di Indonesia dan dalam transisi RI ke pemulihan ekonomi dan demokrasi. "Karena itu, Pemerintah dan rakyat AS mengucapkan rasa belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, kepada rakyat Indonesia, dan sahabat dan pendukungnya di seluruh dunia," tegas dia.
     
Secara terpisah, siaran pers dari KBRI Indonesia di Malaysia menyatakan mantan PM Malaysia Mahattir Muhammad juga secara pribadi mendatangi KBRI di Kuala Lumpur. Mahattir yang semasa menjabat cukup dekat dengan Gus Dur mengaku shock ketika mendengar berita tersebut. "Kami kehilangan tokoh yang menjadi pembela umat Islam. Karena itu, kami mendoakan arwahnya diterima di sisi-Nya," tutur Mahattir seperti dikutip siaran pers KBRI Malaysia. (zul/oki)
SHARES
loading...
loading...
Komentar