Atasi Stunting, Kementan Siap Luncurkan Varietas Padi Baru

Atasi Stunting, Kementan Siap Luncurkan Varietas Padi Baru
Gabah dan beras galur IR97477-115-1-CRB-0-SKI-1-SKI-0-2 (Inpari 46 Nutri Zinc), serta varietas pembanding. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Padi merupakan makanan pokok penduduk Indonesia, tapi pada umumnya varietas padi yang ada memiliki kandungan Zn (Zinc) yang rendah.

Karena itu Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) berinisiatif meluncurkan varietas baru kaya kandungan Zn untuk mengatasi kekurangan gizi besi yang cukup banyak dialami Indonesia.

Permasalahan kekurangan gizi besi memang merupakan permasalahan serius bagi dunia dan Indonesia.

Sekitar 30 persen penduduk dunia termasuk Indonesia, terutama anak-anak, beresiko menderita kekurangan gizi Zn.

Selain berakibat menurunnya daya tahan tubuh, produktivitas, dan kualitas hidup manusia, kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor kekerdilan atau stunting yang prevalensinya cukup besar dan merata di Indonesia.

"Dalam upaya meningkatkan nilai gizi sekaligus untuk mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat kami akan melakukan langkah melaui biofortifikasi, yaitu perakitan varietas padi dengan kandungan Zn tinggi," kata Kepala BB Padi Priatna Sasmita di kantornya pada Selasa (9/10).

Priatna menyatakan, hal tersebut telah dirintis antara lain di IRRI sejak tahun 2000-an, dan telah menghasilkan galur-galur yang diuji di negara-negara kolaborator seperti IRRI (International Rice Research Institute), dan Harvest Plust Project (kolaborasi CIAT dan IFPRI).

Material pemuliaan tersebut telah diuji di negara-negara kolaborator penelitian, antara lain Philippines, Bangladesh, dan Indonesia.

Kementan sedang bersiap meluncurkan varietas baru padi dengan kandungan zinc tinggi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News