Atiqah Hasiholan pun Jadi Gugup

Atiqah Hasiholan pun Jadi Gugup
Atiqah Hasiholan pun Jadi Gugup
Bukan hanya lagu-lagu Franky yang dihadirkan kembali melalui aransemen baru olahan Glenn Fredly dan Edo Kondologit. Ada juga pembacaan puisi dan narasi kebudayaan, seperti yang dilakukan Atiqah. "Saya mendapat bagian baca narasi kebudayaan yang ditulis mama saya. Ada lima topik dalam narasi itu, TKI, buruh, Aceh, pendidikan, dan suku yang menghilang," tuturnya.

Beraksi lagi di panggung dengan membawakan narasi, bintang film Mirror Never Lies itu menyatakan agak kagok. Sebab, lama dia tidak main teater. Menurut dia, membaca narasi mirip dengan bermain teater. Dia juga harus melakukan gerak tubuh dan mimik untuk berekspresi. "Sekitar empat tahun saya nggak main teater. Jadi, tadi ada rasa gugup lah," ungkap ikon sebuah merek sabun kecantikan tersebut.

Kekasih Rio Dewanto itu merasa salut dengan konsistensi Franky. "Sejak dulu, mendiang selalu menyuarakan kemanusiaan. Acara tersebut juga terinspirasi oleh dia. Medianya beda-beda. Ada yang melalui musik. Ada yang nyanyi jazz dan baca puisi. Meski demikian, benang merahnya tetap satu, yakni kemanusiaan," jelasnya.

Shireen, Wisnu, dan Rio merasakan hal yang sama. Mungkin, Atiqah hanya merasa deg-degan sebentar karena pernah merasakan bermain teater. Shireen, Wisnu, dan Rio sama sekali belum pernah melakukan pertunjukan seperti itu. Mereka terbiasa berakting di depan kamera.

JAKARTA - Penyanyi balada yang dikenal karena terus menyuarakan tema tentang alam, sosial, dan kemanusiaan, Franky Sahilatua, meninggal 40 hari lalu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News