JPNN.com

Australia Pertimbangkan Izinkan Warganya ke Luar Negeri Setelah Divaksinasi

Jumat, 16 April 2021 – 22:00 WIB
Australia Pertimbangkan Izinkan Warganya ke Luar Negeri Setelah Divaksinasi - JPNN.com
Pemerintah menyusun kebijakan yang nantinya membolehkan warga Australia yang telah divaksin melalukan perjalanan ke luar negeri dan kembali tanpa karatina di hotel. (ABC News: Michael Donnelly)
Australia Pertimbangkan Izinkan Warganya ke Luar Negeri Setelah Divaksinasi
Pemerintah menyusun kebijakan yang nantinya membolehkan warga Australia yang telah divaksin melalukan perjalanan ke luar negeri dan kembali tanpa karatina di hotel. (ABC News: Michael Donnelly)

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengisyaratkan akan mengizinkan warga Australia bepergian ke luar negeri dan kembali tanpa harus menjalani karantina hotel, jika mereka telah divaksinasi COVID-19.

Namun, PM Morrison memperingatkan, program vaksinasi bukanlah "obat mujarab" dan negara ini harus bersiap menghadapi lebih banyak kasus COVID-19 jika perbatasan internasional dibuka kembali secara luas.

"Jika kita membuka perbatasan dan mengizinkan orang datang, jumlah kasus akan meningkat dan warga Australia harus bisa menangani 1.000 kasus atau lebih dalam seminggu," katanya kepada media setempat.

"Sekarang populasi yang paling rentan telah divaksinasi. Saya rasa warga Australia tidak akan menerima adanya pembatasan dan penutupan perbatasan lagi," katanya.

Kabinet Nasional pekan lalu meminta masukan panel ahli medis tentang kapan Australia dapat membuka diri terhadap negara lain,.

"Apa yang sedang didiskusikan sekarang adalah bagaimana bila seorang warga Australia sudah divaksinasi melalui program kami dan kapan mereka dapat melakukan perjalanan ke luar negeri," kata PM Morrison saat bertemu warga di Perth.

"Saya pikir di tahap awal, diutamakan bagi keperluan esensial, bisnis, alasan medis, teman dan keluarga, acara penting, pemakaman, dan sebagainya," ujarnya.

"Mereka bisa melakukannya dan kembali ke Australia tanpa perlu karantina hotel selama 14 hari," tambah PM Morrison.

Sumber ABC Indonesia

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...