Australia Utara Bergantung Pada Migran Asing Untuk Menambah Penduduknya

Australia Utara Bergantung Pada Migran Asing Untuk Menambah Penduduknya
Muy Keav Ma dan orang tuanya mengatakan suhu di Darwin mirip dengan Kamboja ketika mereka tiba 30 tahunan lalu. (ABC News: Felicity James)

Untuk mengatasi masalah pertumbuhan penduduk, pemerintahan NT sudah meluncurkan strategi di tahun 2018 yang menghabiskan dana sekitar Rp500 miliar.

Targetnya adalah pertumbuhan penduduk yang selama ini sekitar 0,6 persen bisa naik menjadi 1,4 persen dalam waktu 10 tahun.

Namun kampanye 'Boundless Possible', yang mencoba menjual NT agar menarik kelompok warga baru, seperti perempuan muda yang baru memulai karir mereka, sejauh ini tidak terlalu berhasil.

Australia Utara Bergantung Pada Migran Asing Untuk Menambah Penduduknya Video: 'Boundless Possible' population campaign launch (ABC News)

 

Baru ada sekitar 300 orang menyatakan tertarik dengan program yang memberikan bantuan dana 'Welcome to the Territory' dan hanya 147 orang yang benar-benar pindah setelah kampanye diluncurkan.

Bahkan ketika ada proyek pengilangan gas Inpex yang bernilai miliaran dolar di Darwin, Dr Taylor mengatakan NT masih kehilangan warga yang pindah ke negara bagian lain.

"Warga yang lahir di luar negeri semakin menjadi hal faktor utama bagi pertumbuhan penduduk di sini," kata Dr Taylor.

"Mereka yang mempertahankan jumlah penduduk dan mencegah penurunan yang tajam."

Karena iklim Darwin yang hangat, keramahan warganya, serta tanahnya yang subur untuk menanam buah dan sayuran, Myu Keav Ma berasa di tanah kelahirannya sendiri, yakni Kamboja

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News