Babi Bebek

Oleh: Dahlan Iskan

Babi Bebek
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - KELIHATANNYA ini memuji, tetapi menyakitkan. Terutama bagi yang dituju.

"Nah, ini dia. Baru pas. drh Indro bicara soal virus PMK sapi. Bukan virus Covid-19," tulis seorang yang Anda sudah tahu.

Maksudnya: dokter hewan itu harus bicara tentang sakitnya hewan. Bukan tentang penyakit yang menyerang manusia seperti virus Covid.

Baca Juga:

Memang, ketika drh Indro Cahyono mengungkapkan penelitiannya tentang PMK, tidak ada yang sewot. Umumnya memuji. Kecuali mungkin, para penanggung jawabnya saja.

Drh Indro-lah yang pertama meneliti bahwa PMK sudah masuk Indonesia. Itu berarti Indonesia sudah bukan negara bebas PMK lagi. Di Jatim misalnya, sudah merata. Semua kabupaten sudah terjangkiti.

Itu berbeda ketika drh Indro banyak bicara soal virus Covid dulu. Ia digebuki. Diejek. Dihina. Dilecehkan. Terutama: diremehkan.

Baca Juga:

Namun, reaksi Indro cuek bebek goreng. "Itu sudah makanan saya sehari-hari. Puluhan tahun. Kalau saya pedulikan itu saya tidak bisa jadi peneliti," ujarnya.

Indro sangat memaklumi sikap umum masyarakat seperti itu. Ia tidak marah. Ia tidak gelisah.

Indro sudah meneliti berbagai macam virus kecuali virus ASF yang menyerang babi. Virus ASF itu, katanya, ganas sekali. Tingkat kematiannya...

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News