Badai Corona, Rupiah Hari Ini Ditutup Kritis

Badai Corona, Rupiah Hari Ini Ditutup Kritis
Uang Rupiah. Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, pada Rabu (1/4), kembali kritis. Sentimen pasar terhadap ekonomi domestik masih kurang baik, imbas wabah corona (covid-19).

Rupiah ditutup melemah 140 poin atau 0,86 persen mendekati level Rp 16.500 atau tepatnya Rp 16.450 per dolar AS.

"Pasar tentu melihat kondisi sekarang yang masih sangat tertekan. Situasi yang memburuk akibat virus corona membuat pelaku pasar menahan diri dan menjauh dari aset-aset berisiko, termasuk di Indonesia. Akibatnya, rupiah pun melemah," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Rabu.

Data manufaktur dari Asia dan Eropa menunjukkan perlambatan ekonomi yang parah ketika kawasan mencoba untuk memerangi pandemi COVID-19.

Hampir semua negara baik di Asia maupun Eropa, indeks manajer pembelian (PMI) manufakturnya mengalami kontraksi atau di bawah 50, kecuali PMI manufaktur China yang di luar dugaan mencapai 52.

Sementara itu, PMI manufaktur Indonesia pada Maret 2020 adalah 45,3 atau turun dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 51,9, sekaligus menjadi yang terendah sepanjang sejarah pencatatan PMI yang dimulai pada April 2011.

"Virus corona adalah biang keladinya. Guna meredam penyebaran corona maka masyarakat dianjurkan untuk tinggal di rumah, karena virus bergerak seiring aktivitas manusia. Ini membuat roda perekonomian berjalan sangat lambat," ujar Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah di posisi Rp16.325 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp16.325 per dolar AS hingga Rp16.473 per dolar AS.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, pada Rabu (1/4), kembali kritis. Ekonomi domestik yang melemah imbas corona menjadi sentimen negatif pasar.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News