Bandara Ngurah Rai Berpotensi Tersapu Tsunami Jika Terjadi Gempa Besar, BMKG Lakukan Ini

Bandara Ngurah Rai Berpotensi Tersapu Tsunami Jika Terjadi Gempa Besar, BMKG Lakukan Ini
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati memantau kesiapan menghadapi gempa bumi dan tsunami Bandara Ngurah Rai, Bali, Selasa (1/2/2022). (ANTARA/HO-BMKG)

jpnn.com, DENPASAR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa dan tsunami yang sewaktu-waktu bisa terjadi dan berpotensi menghantam Bandara Ngurah Rai, Bali.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan keberadaan Bandara Ngurah Rai sangat vital bagi Indonesia, karena merupakan pintu masuk utama bagi para wisatawan dari berbagai negara.

Dia menyebut Bali juga merupakan salah satu destinasi wisata andalan Indonesia dan menjadi favorit wisatawan dunia. Selain itu, berbagai agenda internasional sering diadakan di Pulau Dewata.

"Jarak bandara dengan bibir pantai nol meter dan ini sangat berpotensi besar tersapu tsunami, jika sewaktu-waktu gempa besar melanda Bali,” ujar Dwikorita dalam siaran pers terkait kunjungannya ke Bali, Kamis (10/2).

Dwikorita memaparkan sedikitnya ada tiga upaya yang dilakukan BMKG guna mengantisipasi ancaman bencana tersebut, yaitu meningkatkan akurasi pemodelan terkait dengan bahaya tsunami.

Hal itu dilakukan mengingat bandara itu berada di pesisir pantai yang berhadapan dengan sumber gempa berpotensi tsunami atau terjadinya megathrust selatan Bali.

Kedua, memasang sistem penerima informasi gempa bumi dan tsunami (WRS New Generation) yang akan diintegrasikan ke dalam sistem yang ada di command center Bandara Ngurah Rai.

Menurut Dwikorita, WRS memungkinkan masyarakat dan seluruh pengguna bandara mengetahui adanya gempa bumi dan potensi terjadinya tsunami dalam waktu kurang dari 5 menit atau sekitar 2-4 menit.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut Bandara Ngurah Rai berpotensi tersapu tsunami jika sewaktu-waktu terjadi gempa besar. Begini upaya antisipasinya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News