Bang Foke Ancam Pulangkan Pendatang Baru

Bang Foke Ancam Pulangkan Pendatang Baru
Arus balik lebaran 2010 di Pelabuhan Beton Sekupang mencapai puncaknya. Lebih dari empat ribu penumpang memadati KM Kelud Milik PT Pelni, Sabtu (18/9). (Foto: Iman Wachyudi/Batam Pos)
Imbauan agar warga DKI tidak yang pulang kampung tidak membawa orang baru telah disampaikan secara maraton sejak puasa lalu hingga Lebaran. Paska Lebaran saat meninjau arus balik di Terminal Kampung Rambutan pada Jumat (17/9) lalu, imbauan serupa juga disampaikan. Foke menyebut pemudik yang kembali ke Jakarta tanpa membawa orang baru sebagai warga teladan. “Selain sosialisasi, upaya pemulangan itu juga untuk menekan jumlah pendatang. Kalau terjadi penurunan jumlah pendatang baru, apakah itu disebut tidak efektif,” tanyanya.   

Pemprov DKI tidak akan mengubah metode penanganan pendatang baru l;antaran metode tersebut dianggap paling efektif. Pemprov dki sama sekali tidak pernah melarang warga asal luar daerah untuk tinggal di ibukota. Namun, jika ingin tinggal, ada persyaratan yang harus dipenuhi. Harus dipastikan, pendatang memiliki tujuan yang jelas, keahlian serta pekerjaan. Kemudian, jika setelah tinggal di Jakarta bisa melengkapi persyaratan kependudukan yang telah ditentukan. “Mari kita ciptakan Jakarta yang nyaman dengan tidak membawa orang baru dari kampung. Jakarta sudah sesak,” terangnya.  

Direncanakan, setelah H+12 mendatang, Pemprov DKI melalui dinas kependudukan dan catatan sipil akan melakukan operasi bagi pendatang baru. Saat ini, seluruh pemangku kebijakan di wilayah mulai walikota, camat, lurah, RW/RT diimbau untuk bisa memantau para pendatang baru. Berapa jumlahnya, daerah mana tinggalnya dan apakah memenuhi persyaratan yang ditentukan atau tidak.

Menurut anggota Komisi A Taufik Hadiawan, momen paska Lebaran yang banyak dipenuhi pendatang baru harus menjadi pekerjaan rumah aparat Pemprov DKI secara keseluruhan. Mulai provinsi hingga wilayah. Seluruh aparat harus bergerak serentak untuk bisa memberikan sosialisasi secara menyeluruh. “Soal pendatang baru bukan hanya tugas dinas, tapi juga walikota hingga RT. Walikota harus proaktif. Mereka harus bisa bekerja tanpa diperintah Gubernur,” tegasnya. (aak/pes)

JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menegaskan tidak akan mengubah metode penanganan para pendatang baru di Jakarta. Jika para pendatang tidak


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News