Bank Kurang Minati Hulu Migas

Bank Kurang Minati Hulu Migas
Bank Kurang Minati Hulu Migas
Kepala BP Migas R Priyono menyatakan, sektor hulu migas yang padat modal memang memiliki potensi besar untuk menggerakkan roda ekonomi nasional. Dalam lima tahun terakhir, investasi industri hulu migas mencapai USD 55 miliar, atau rata-rata USD 11 miliar setiap tahun. Dia berharap perbankan nasional tidak hanya memfasilitasi transaksi dalam industri hulu migas, tetapi juga terlibat dalam pembiayaan proyek-proyek hulu migas. "Kami mendorong bank-bank nasional, terutama bank-bank BUMN untuk berani membiayai kegiatan-kegiatan hulu migas yang aman," paparnya.

 

Di Jatim, saat ini terdapat 26 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang masih dalam tahap eksplorasi. Sementara KKKS yang sudah melakukan eksploitasi sumur migas hanya sembilan. Di antaranya Pertamina Hulu Energi (PHE) West Madura Offshore (WMO), Camar Resource Canada (CRC), Santos Madura Offshore, Santos Sampang, JOBPPEJ (Join Operating Body Pertamina Petrochina East Java), HESS, PT Pertamina Eksplorasi Produksi, Kangean Energi Indonesia (KEI), dan Lapindo Brantas.

 

Sembilan KKKS tersebut memproduksi gas 457 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Jauh dari permintaan gas Jatim yang mencapai 872 mmscfd. "Kalaupun 35 KKKS tadi berproduksi, masih belum bisa memenuhi permintaan gas yang tentunya naik terus," ujar Kepala Dinas ESDM Pemprov Jatim Dewi J. Putriatni. (gal/fat)
Berita Selanjutnya:
Daerah Latah, Promosi Susah

SURABAYA -  Pertumbuhan eksplorasi atau pencarian titik sumur baru minyak dan gas di tanah air bisa dibilang lambat. Salah satu penyebabnya


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News