Bawa Borgol Mainan dan Mengaku Penyidik KPK, Vicky langsung Diciduk Polisi

jpnn.com, GRESIK - Polisi menangkap Vicky Adreanto alias H Mohammad Ilyas karena melakukan penipuan dengan modus iming-iming pencairan dana hibah Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Bermula ketika pria asal Lamongan itu mendatangi Khoirul Anam warga Desa Kandangan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
Dalam pertemuan itu, tersangka mengaku sebagai penyidik Tipikor Polda Jatim sekaligus anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Tak hanya itu, Vicky juga mengaku mendapat perintah dari pemerintah pusat untuk menggelontorkan program dana hibah nasional sebesar Rp350 juta.
Namun, bila pihak sekolah ingin mencairkan dana hibah itu, maka harus membayar pajak sebesar Rp5,7 juta
"Tersangka ini memakai masker bertuliskan Tipikor untuk meyakinkan korban. Sempat menunjukkan borgol dan koper berisi uang mainan ratusan juta," ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto.
Dengan tampilan itu, lanjut Arief, korban akhirnya percaya dan memberikan uang sebesar Rp5,7 juta kepada tersangka. Tersangka menjanjikan danah hibah tersebut paling lambat 9 Oktober 2020.
"Ternyata setelah jatuh tempo yang ditentukan, tersangka menghilang. Korban lalu lapor ke polisi," ungkapnya.
Rupanya, tersangka bukan kali saja melakukan penipuan. Pada 14 Juni 2020 tersangka juga menipu korban bernama Herdy Bramanta.
Polisi menangkap Vicky yang mengaku penyidik KPK dan mendapat tugas dari pemerintah pusat untuk mengurus dana hibah.
- Nasabah WanaArtha Life Meminta Keadilan dan Berharap Uang Investasi Kembali
- Masyarakat Diminta Waspada Penipuan Pinjol Berkedok PNM Mekaar
- Modus Arisan dan Investasi, IRT di Purwakarta Tipu 580 Orang hingga Rp1 Miliar
- Mbak Eno Si Dukun Palsu Kantongi Uang Miliaran, Modusnya Tak Biasa
- Mantan Penyidik KPK yang Dijuluki Raja OTT Dilantik Jadi Deputi di BPH
- Komplotan Diduga Komunitas LGBT Beraksi di Pekanbaru, Jerat Korban Lewat Aplikasi Kencan