Beda Sikap dengan AHY, Ferdinand Hutahaean Tinggalkan Partai Demokrat

Beda Sikap dengan AHY, Ferdinand Hutahaean Tinggalkan Partai Demokrat
Foto: diambil dari Twitter@FerdinandHaean3

Kelima, UU ini memang akan memberikan iklim yang sehat dan mudah atau bahasa terangnya pengusaha dimudahkan. Bagus dong, artinya pengusaha bisa membuka usaha baru yang kemudian jadi lapangan kerja. Jadi salahnya di mana pengusaha dimudahkan? Bukankah tujuannya baik? Kemudahan itu bukan tanpa batas atau tanpa aturan. Bangsa ini hidup dengan banyak aturan yang harus tetap dipatuhi oleh siapa pun. Jadi tidak akan ada kesewenang-wenangan meski iklimnya dimudahkan. Jernih lah berfikir soal ini.

Keenam, katanya UU semangatnya neolib, kapitalistik. Bisa saja orang berpikir seperti itu. Tapi sudahkah melihat ke dalam diri sendiri? Pola hidup yang dijalani apakah sudah Pancasilais atau justru bersifat kapitalistik dan liberalistik? Janganlah terlalu mudah menggunakan istilah-istilah yang membuat sok keren berpendapat tapi tidak meresapi substansi secara matang.

Lebih besar mana semangat Pancasilanya UU Ciptaker yang akan memelihara orang miskin, membuka lapangan kerja baru yang berkeadilan sosial daripada kemudahan berinvestasi yang dituduh kapitalistik itu? Biar saja kapitalistik liberalistik sepanjang hasilnya membuat bangsa ini makmur dan rakyatnya sejahtera sesuai cita-cita kemerdekaan. Memangnya kapitalistik dan liberal itu dosa? Kan tidak..!! Tapi yang harus kita kejar adalah hasilnya, keadilan sosial dan kesejahteraan semua golongan.

Ketujuh, saya mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, percayalah bahwa tidak akan ada satu pun di dunia ini pemerintahan yang membungkus kejahatan, mengemas kekejaman dan meramu penindasan bagi rakyatnya dalam sebuah rancangan Undang-undang. Tidak ada pemerintah di dunia ini yang ingin memenggal leher rakyatnya dengan alasan apa pun.

Saya meyakini bahwa semangat UU Ciptaker ini baik, berkeadilan sosial, dan bila ada yang tidak puas atas pasal-pasalnya, lebih baik menempuh jalur hukum ke MK untuk meluruskannya dan bukan merusak, membakar dan menghancurkan fasilitas rakyat.

Marilah kita semua, politisi, aktivis dan semua golongan masyarakat agar mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Marilah kita semua belajar menjadi negarawan yang baik agar bangsa ini segera tiba di tujuan cita-cita kemerdekaan. Semua ada aturan, ada jalurnya dan yang pasti jalurnya bukan memprovokasi dan bukan merusak fasilitas publik yang susah payah dibangun negara.

Terima kasih, semoga bermanfaat untuk direnungkan dan diresapi.

Jakarta, 10 Oktober 2020
Di Bawah Naungan Merah Putih

Video Terpopuler Hari ini:

Ferdinand Hutahaean juga mengunggah foto bersama Jokowi sebelum menyatakan mundur dari Partai Demokrat.


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News