JPNN.com

Beginilah Nasib Oknum ASN RSUD Pagelaran yang Mencuri Ratusan Masker

Kamis, 26 Maret 2020 – 16:09 WIB Beginilah Nasib Oknum ASN RSUD Pagelaran yang Mencuri Ratusan Masker - JPNN.com
Pencuri ratusan kotak masker di RSUD Pagelaran, Cianjur, Jawa Barat, mengaku menjual ratusan kotak masker ke sejumlah wilayah seperti Bogor dan Jakarta dengan harga perkotak Rp100.000. Foto: ANTARA/Ahmad Fikri

jpnn.com, CIANJUR - Pemkab Cianjur, Jawa Barat, menegaskan oknum ASN yang mencuri ratusan masker di RSUD Pagelaran dipastikan dipecat dan diproses hukum.

"Kami serahkan ke pihak berwajib, berdasarkan kode etik sudah jelas akan dipecat. Kami sangat menyayangkan perbuatan ASN tersebut dengan dalih untuk makan padahal untuk foya-foya," kata Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman saat dihubungi Kamis.

Ia menjelaskan, sesuai dengan prosedur yang berlaku aparatur yang melakukan tindak kriminal akan dijatuhi sanksi tegas berupa pemecatan terlebih yang dicuri adalah alat kesehatan yang saat ini sangat dibutuhkan tim medis dalam penanganan COVID-19.

Di saat orang lain sangat membutuhkan masker, tutur dia, oknum yang merupakan staf bagian pelayanan medik itu, malah memanfaatkan situasi dengan mencari keuntungan pribadi.

"Kami serahkan prosesnya ke pihak berwajib, intinya kami mengutuk perbuatan yang mencoreng nama baik apartur negara," katanya.

Sementara otak pelaku pencurian ASN atas nama Isef Suherlan, saat ditanya petugas mengaku terpaksa mencuri masker tersebut untuk makan dan kebutuhan sehari-hari dan digunakan untuk membeli sepeda motor.

"Sangat ironis pengakuannya untuk makan dan kebutuhan sehari-hari sementara statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil. Kami sempat kesulitan mengungkap kasus ini karena pelaku Isef mematikan CCTV yang ada di lingkungan rumah sakit," kata Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto.

Setelah dilakukan pemanggilan sejumlah saksi dan berdasarkan hasil pengembangan petugas di lapangan, didapat tiga nama pelaku yang sebanyak empat kali menguras ratusan kotak masker dari dalam gudang farmasi rumah sakit.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...