Belum Aman, Anti Islam Masih Menghadang !

Partai Anti Islam Ikut Tentukan Kebijakan Kabinet Baru Belanda

Belum Aman, Anti Islam Masih Menghadang !
Geert Wilders, pemimimpin Partai untuk Kebebasan (PVV) yang selama ini gencar menyuarakan anti imigran dari negara-negara Islam. Pada Peringatan tragedi 9 September lalu, melalui pidato politiknya menyerukan 10 point gerakan penyelamatan barat dari aksi yang disebutnya sebagai jihadically overrun. Kini Partainya PVV menyumbang suara partai koalisi Belanda, dan suaranya akan ikut menentukan arah kebijakan kabinet baru. Foto: Newsrealblog.
AMSTERDAM- Penolakan Pengadilan Den Haag atas tuntutan penangkapan terhadap Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum memberikan jaminan bahwa pemerintah Indonesia sudah bisa melenggang ke negeri Kincir Angin itu dengan tenang. RMS sebagai pihak penggugat masih menyatakan banding. Bukan hanya itu! Pekan depan, kabinet baru Belanda yang didukung partai anti Islam Partai untuk Kebebasan (PVV) terbentuk. Partai ini sukses menjual isu anti imigran Islam, maupun imigran dari negara Islam!

Geert Wilders, ketua umum PVV  dalam sebuah talkshow di televisi Belanda Mei 2010 silam, pernah secara tegas menolak masuknya warga Indonesia untuk tinggal di Belanda. Penolakan ini terkait dengan program partainya  yang anti imigran dari negara-negara Islam, termasuk Indonesia.

Seperti dikutip dari situs Radio Nederland di Hilversum,  Wilders menganggap setiap negara yang penduduknya lebih dari 50 persen muslim adalah negara Islam. Dan menurut lelaki keturunan Indo ini, siapapun dari negara Islam, entah dia agama apa, tak boleh masuk Belanda. Dus,  Wilders menekankan,  pernyataannya itu juga berlaku bagi Indonesia.

Sikap Wilders memang sempat mengundang reaksi keras Dubes Indonesia Fanny Habibie. Bahkan, dalam sebuah wawancaranya dengan harian Het financieeledaagblad, Fanny sempat menuding para pemilih PVV mengidap sakit jiwa ketakutan terhadap Islam. Dalam wawancara itu, Fanny lantas meminta agar mereka lebih banyak belajar Islam. Komentar Fanny sempat menjadi kontroversi di Belanda, hingga akhirnya Fanny mencabut ungkapannya itu.

AMSTERDAM- Penolakan Pengadilan Den Haag atas tuntutan penangkapan terhadap Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum memberikan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News