Beragam Alternatif Sistem Pemilu, Mana yang Tepat?

Beragam Alternatif Sistem Pemilu, Mana yang Tepat?
Kotak Suara. Foto: M.Ali/dok.JPNN.com

"Keuntungannya terdapat dua macam legislator, yaitu legislator dapil dan legislator propinsi," terangnya, beberapa waktu lalu.

Ketiga, daftar tertutup di tingkat nasional, daftar terbuka di tingkat daerah. 

Keempat, daftar tertutup di tingkat nasional dengan alokasi kursi provinsi tergantung pada perolehan suara parpol pada saat pemilu.

Kelima, model kombinasi dengan cara penghitungan perolehan suara kursi model proporsional dan bukan model paralel. ‎Pada sistem ini, basis yang menjadi penentu yakni memperbandingkan berapa persen suara parpol dengan berapa persen kursi yang berhak didapat.

Keenam, dua level perebutan kursi. Yakni, sebagian kursi dipertandingkan pada tingkat dapil dan sebagian pada tingkat nasional.

Ketujuh, biproporsional. Model ini berdasarkan penghitungan perolehan suara atau kursi secara matematik. Perolehan suara parpol akan melalui proses penghitungan di dapil kemudian di tingkat propinsi.

Kedelapan, model binominal atau kalau di Indonesia dapat berlaku trinominal. Di setiap dapil disediakan tiga kursi. Artinya, ada intensif bagi parpol untuk berkoalisi sejak awal. Tidak hanya di pileg namun juga di pilpres.

August mengatakan, sejumlah alternatif itu dilakukan dengan dua syarat. Yaknu, alokasi kursi di DPR harus mengggunakan prinsip one person, one vote, one value (Opovov), serta menggunakan cara penghitungan suara.

JAKARTA – Pemerintah sudah mulai menyiapkan draf simplifikasi RUU penyelenggaraan pemilu, yang akan dijadikan payung hukum pesta demokrasi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News