JPNN.com

Berat Badan Naik karena Tidur dengan Lampu Menyala, Benarkah?

Kamis, 13 Juni 2019 – 21:41 WIB Berat Badan Naik karena Tidur dengan Lampu Menyala, Benarkah? - JPNN.com

jpnn.com - Anda terbiasa tidur dengan lampu menyala atau mati? Jika dengan lampu menyala, lebih baik hentikan kebiasaan itu mulai sekarang. Pasalnya, tidur dengan lampu menyala justru bisa bikin berat badan naik. Kok bisa?

Temuan ini baru dipublikasikan di JAMA Internal Medicine. Menurut studi tersebut, lampu menyala dan kenaikan berat badan ternyata cukup berkaitan. Sebelumnya, memang ada penelitian yang menyebut bahwa tidur dengan lampu menyala membuat badan gemuk.

"Mematikan lampu saat tidur mungkin merupakan aktivitas yang berguna untuk mengurangi kemungkinan kenaikan berat badan atau menjadi obesitas," kata penulis utama penelitian ini, Dr. Yong-Moon Mark Park, peneliti dari U.S. National Institute of Environmental Health Sciences, Amerika Serikat.

Menurut Dr. Park, paparan cahaya saat tidur dapat menekan hormon tidur melatonin dan mengganggu siklus "tidur-bangun" alami. Hal ini juga dapat mengganggu variasi hormon stres sehari-hari dan memengaruhi proses metabolisme lainnya sehingga berkontribusi pada penambahan berat badan.

"Selain itu, menyalakan lampu juga bisa menyebabkan Anda kurang tidur. Tidur yang lebih singkat dapat mendorong Anda untuk berolahraga lebih sedikit dan makan lebih banyak," katanya.

Untuk penelitian ini, Dr. Park dan rekan peneliti lainnya mengandalkan data yang dilaporkan sendiri oleh sekitar 44 ribu wanita, berusia 35-74 tahun. Para responden ini bukan pekerja shift, tidur siang hari, atau sedang hamil saat penelitian dimulai.

Hasilnya, wanita yang tidur dengan lampu menyala 17 persen lebih mungkin untuk mendapatkan tambahan berat badan sekitar 4,9 kg atau lebih selama 5 tahun. Tidak hanya itu, peneliti menemukan, tingkat cahaya saat tidur cukup memengaruhi.

"Misalnya, menggunakan lampu malam kecil tidak dikaitkan dengan penambahan berat badan, sedangkan wanita yang tidur dengan lampu atau televisi menyala lebih berisiko," kata dia.

Sumber klikdokter

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...