JPNN.com

Berbisnis Alsintan, Petani Milenial Masih Raup Banyak Duit di Masa Pandemi COVID

Senin, 20 April 2020 – 23:16 WIB
Berbisnis Alsintan, Petani Milenial Masih Raup Banyak Duit di Masa Pandemi COVID - JPNN.com
Petani saat panen padi menggunakan alsintan. Foto: Humas BPPSDMP Kementan

jpnn.com, PINRANG - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong generasi milenial mau terjun ke agrikultura. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengharapkan kalangan milenial yang kreatif dan inovatif menjadi pemegang estafet sektor pertanian.

Saat ini banyak petani dari kalangan milenial yang telah menjadi pengusaha sektor pertanian. Salah satunya adalah Bahtiar, pemuda asal Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang memulai bisnis di bidang pertanian setelah mengikuti Program Magang Jepang yang difasilitasi oleh Kementerian Pertanian pada 2012. 

Setelah kembali dari Jepang, Bahtiar memulai usaha di bidang pertanian dengan komoditas padi, jagung dan beternak sapi. Dia juga mendirikan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Alam Indah.

Awal kesuksesan Bahtiar dimulai ketika kelompok tani (poktan) tempatnya bernaung mendapat bantuan alat panen padi (combine harvester). “Alhamdulillah, alat ini dikelola secara profesional bersama anggota kelompok tani lainnya. Karena prospeknya yang bagus, maka saya memberanikan diri untuk membeli satu unit combine harvester yang besar,” ujarnya.

Keuntungan dari usaha alat mesin pertanian (alsintan) itu lantas digunakan untuk membeli satu unit combine harvester lagi. “Sehingga saat ini memiliki tiga armada, satu unit milik kelompok dan dua unit milik pribadi,” terang Bahtiar.

Dari tiga unit Combine yang beroperasi saat ini, Bahtiar telah mempekerjakan 21 karyawan. Menurutnya, satu unit combine harvester menghasilkan rata-rata Rp 45 juta per bulan. “Keuntungan bersih Rp 30 juta per unit," katanya.

Lebih lanjut Bahtiar mengatakan, combine harvester miliknya beroperasi normal selama 7 bulan dalam 1 tahun. Saat musim panen, dua combine harvester milik Bahtiar beroperasi penuh dari satu daerah ke daerah lain.

“Satu hal yang patut kita syukuri adalah panen hampir sepanjang tahun di Sulsel, sehingga alat bisa beroperasi secara maksimal, apalagi di masa COVID-19 ini, pertanian sangat terbantu dengan adanya alat mesin pertanian" terang Bahtiar.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...