JPNN.com

Melihat Sepeda Motor Tenaga Surya Karya Siswa SMK Raksana

Berhasil Kalahkan Kecepatan Sepeda Motor Matic

Sabtu, 13 November 2010 – 14:52 WIB Berhasil Kalahkan Kecepatan Sepeda Motor Matic - JPNN.com
Saatnya yang muda yang berkreasi. Istilah itu layak jika disematkan kepada lima siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Raksana Medan. Apa yang telah dihasilkan oleh kelima siswa kreatif SMK Raksana tersebut?

--------------------------------------------------

Laporan ARI SISWORO, Medan

--------------------------------------------------

TAK ada yang istimewa dari tampilan anak-anak SMK ini. Tapi untuk prestasi, semua orang mengacungkan jempol. Para siswa dari jurusan otomotif ini membuat decak kagum orang-orang yang melihat kreatifitasnya. Dialah Azwir Sofyan, Tristan, Fandi (kelas satu), Edwin (kelas dua) dan Herman (kelas tiga).

Bersama mereka mengubah sepeda motor tua menjadi kendaraan yang ramah lingkungan. Tak butuh setetes bensin pun untuk mengoperasikannya. Memang masih perlu penelitian dan pengembangan secara mendalam, namun bisa dibayangkan jika ke depan tak ada lagi asap knalpot yang keluar dari kendaraan yang lalu lalang di jalan.

Di acara Gebyar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kota Medan 2010 yang digelar di Tapian Daya, kemarin, mereka memamerkan sepeda motor tanpa bensin itu. Tak cuma itu, mereka juga sempat menguji kendaraan tersebut dengan balapan bersama sepeda motor yang memakai bensin. Penggerak motor yang mereka modif dari sebuah dinamo yang tenaga listriknya berasal dari tenaga sinar matahari.

"Sepeda motor ini adalah Honda Legenda tahun 2001 yang sudah lama rusak. Kami perbaiki, dengan semua bahan yang juga bahan bekas. Saat siang, pengoperasiannya dengan tenaga surya dan malam dengan menggunakan dinamo dan batere yang listriknya juga berasal dari tenaga sinar matahari," terang Tristan kepada wartawan media ini, Kamis (11/11).

Sepeda motor warna hitam itu sama sekali tidak bermesin. Tampak ada batere dan dinamo yang mengapit roda bagian belakang. Untuk menyalakannya cukup dengan cara didorong, kemudian akan terus berjalan dengan bantuan tali gas yang berada di bagian stang.

Cukup unik memang, apalagi saat seorang pengunjung menjajalnya. Awalnya pengunjung yang mencoba itu merasa kikuk, namun tidak butuh waktu lama si pengunjung yang mencoba sepeda motor itu sudah bersahabat dengan sepeda motor yang ditungganginya. Para pengunjung lainnya pun, terkesima dan berdecak kagum. Sorak sorai pengunjung terus-terusan mengiringi jalannya sepeda motor itu.

Karya yang mereka buat itu ternyata tidak membutuhkan waktu yang lama. Cuma empat hari, sepeda motor itu selesai dimodifikasi. Saat dipacu, kecepatannya bisa mencapai 40 Kilomter per jam. Kecepatan itu pernah mereka buktikan sendiri dengan mencobanya melawan sepeda motor matic. Saat start dimulai, sepeda motor bertenaga matahari itu mampu menggungguli sepeda motor matic itu. Namun saat kecepatan sudah masuk ke angka 40, akhirnya sepeda motor bertenaga surya tersebut kalah. Itu sangat wajar, karena pengapian dapur pacu matic lebih sempurna dari sepeda motor karya mereka.

"Waktu itu, saat start sepeda motor ini yang ada di depan. Tapi waktu sudah memasuki 40 Km per jam akhirnya tertinggal. Namun, kalau dilihat-lihat untuk gas spontannya lebih baik sepeda motor kami ini. Kalau diibaratkan dengan matic, antara sepeda motor dua tak melawan empat tak," tambah Azwir semangat.

Tak hanya itu, kelima siswa SMK Raksana ini juga berinovasi dengan sebuah mobil bekas. Hanya saja mobil karya mereka itu, belum bisa dipertontonkan ke publik, karena masih dalam pengerjaan. "Even gebyar SMK ini adalah yang pertama. Mudah-mudahan ada even-even lainnya, dan kami bisa menunjukkan karya kami lainnya," ungkap Azwir dan Tristan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Raksana Anton Siagian menuturkan, hasil karya siswa-siswa nya adalah hasil karya anak bangsa yang semestinya mendapat perhatian lebih, bukan hanya pemerintah kota, tapi juga pemerintah provinsi dan bahkan pemerintah pusat.

"Kita punya generasi-generasi penerus yang kreatif. Sungguh sangat disayangkan bila ke depannya mereka kurang diperhatikan. Mudah-mudahan ada perhatian lebih, dan juga bagi siswa-siswa lainnya," ungkapnya. (*/ito/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...