Berhati-hati dengan Tawaran Kerja dan Gaji di Australia dari Para Penyalur Kerja

Berhati-hati dengan Tawaran Kerja dan Gaji di Australia dari Para Penyalur Kerja
Backpacker Kia Fowler said some labour hire providers exploit visa holders completing their 88 days. (Supplied: Kiah Fowler)

Sejumlah 'backpacker' yang bekerja di wilayah pertanian Bundaberg, Queensland, Australia, mendesak pihak berwenang untuk memberantas para penyalur tenaga kerja yang banyak melanggar aturan penggajian.

  • Sejumlah calo penyalur tenaga kerja mengeksploitasi backpacker yang butuh kerja di sektor pertanian sebagai syarat perpanjangan visa
  • Seorang 'backpacker' mengaku slip gajinya dibayar dari perusahaan penyalur yang berbeda-beda setiap kali gajian
  • Lembaga pengawas ketenagakerjaan Fair Work Ombudsman bertekad menegakkan aturan di sektor pertanian

 

Salah satu backpacker asal Amerika Serikat, Kiah Fowler datang ke Bundaberg sejak bulan Maret, setelah kehilangan pekerjaan di kawasan wisata Pantai Airlie akibat pandemi virus corona.

Dia menghubungi perusahaan penyalur tenaga kerja yang menawarkan pekerjaan menanam buah stoberi.

Tapi di lapangan, Kiah tidak mendapatkan bayaran sesuai standar sehingga tak mampu membayar sewa tempat tinggal.

"Saya bertemu beberapa petani yang berbaik hati membayar sesuai upah resmi serta memberikan kondisi kerja yang baik. Tapi ada sisi kelam dari industri ini," katanya.

Kiah mengaku dibayar hanya AU$19, atau kurang dari Rp200.000 per jam, padahal ketentuan upah minimum adalah AU$24, atau lebih dari Rp250.000 per jam.

Berhati-hati dengan Tawaran Kerja dan Gaji di Australia dari Para Penyalur Kerja Photo: Backpacker asal Amerika Serikat Kia Fowler mengadu ke Fair Work Ombudsman karena calo penyalur tenaga kerja tak membayar gajinya sesuai ketentuan. (ABC News: Angel Parsons)

 

Sejumlah 'backpacker' yang bekerja di wilayah pertanian Bundaberg, Queensland, Australia, mendesak pihak berwenang untuk memberantas para penyalur tenaga kerja yang banyak melanggar aturan penggajian

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News