Berorasi di Posko Pandegiling, Ganjar Pranowo: Kita Bukan Banteng Gembeng

Berorasi di Posko Pandegiling, Ganjar Pranowo: Kita Bukan Banteng Gembeng
Bakal capres dari PDIP untuk Pilpres 2024, Ganjar Pranowo (rompi merah), bersama mantan Wali Kota Surabaya Wishnu Sakti Buana (tengah) dan seniman Djadi Galajapo pada peresmian posko pemenangan di Jalan Pandegiling nomor 233, Surabaya, Jatim, Sabtu (6/5). Foto: Ardini Paramitha/JPNN.com

Politikus kelahiran 28 Oktober 1968 itu juga mengajak sesama kader PDIP meneladan mendiang Sutjipto yang gigih berjuang dan tidak mudah menyerah.

“Pak Tjip memberikan pelajaran pada kita semua, bahwa kita bukan banteng gembeng. Kita adalah banteng yang ketika ketaton (disakiti, red), maka sungune langsung metu (tanduknya langsung keluar, red) melawan ketidakadilan," ucap Ganjar.

Namun, Ganjar juga mewanti-wanti kepada para pendukungnya menjauhi kampanye hitam dan cara-cara kotor, seperti hoaks, menghina, dan merundung.

“Kita akan berkompetisi dengan sehat, dan kita tunjukkan kita punya hati dan nurani," ucapnya.

Koordinator Relawan Ganjar Jatim Mat Mochtar menyatakan pendirian posko pemenangan tersebut juga untuk melanjutkan semangat perlawanan para kader PDIP di Jatim terhadap Orde Baru.

“Semangat yang sama kita satukan kembali hari ini untuk memenangkan Ganjar Pranowo," kata Mochtar.

Politikus senior PDIP di Jatim itu menjelaskan dahulu Posko Pandegiling didirikan untuk mendukung Megawati memimpin PDIP. Posko itu juga mengobarkan semangat untuk mengantar Megawati menjadi presiden.

Pada Pilpres 2014, Posko Pandegiling juga menjadi titik penting dalam memenangkan Joko Widodo (Jokowi) di Surabaya.

Saat meresmikan Posko Pandegiling, Ganjar Pranowo mengajak sesama kader PDIP meneladan mendiang Sutjipto yang gigih berjuang dan tidak mudah menyerah.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News