Biofarmaka untuk Sektor Riil

Sidomuncul Cari Siasat Agar Anak Muda Tak Anti-Jamu

Biofarmaka untuk Sektor Riil
Biofarmaka untuk Sektor Riil
Irwan mengungkapkan, Kabupaten Semarang sebagian besar penduduknya menggarap sektor pertanian dan berpotensi dalam pengembangan tanaman obat biofarmaka yang dilakukan dalam satu sentral kawasan atau klaster.

“Kerja sama klaster Biofarmaka yang difasilitasi Bank Indonesia untuk menggerakkan sektor riil ini merupakan kerja sama yang melibatkan beberapa pihak untuk saling mendukung agar terwujud satu tujuan yang sama yaitu memajukan   perekonomian dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil,  dan Menengah (UMKM) di Jawa Tengah,” kata Irwan.

Nota Kesepahaman berlaku selama 3 tahun (2011-2013), untuk selanjutnya diharapkan klaster biofarmaka bisa mandiri dan melakukan kerjasama dengan Sidomuncul selamanya.

Irwan menilai, di satu sisi, pengembangan kerja sama klaster tersebut penting untuk menjamin kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pasokan tanaman obat pabriknya. Di sisi lain,  juga untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, daya saing komoditas biofarmaka di Semarang serta memenuhi kebutuhan industri jamu nasional maupun internasional. Pada pendeklarasian kerja sama ini akan dicoba pada 2 sentral kawasan yakni, Kecamatan Tengaran dan Kecamatan Sumowono. Adapun komoditas tanaman obat yang dikembangkan adalah kunyit, jahe,  dan kayu manis. (lum)
Berita Selanjutnya:
Antam Kaji Pinjaman 27 Bank

JAKARTA - Produsen jamu modern, PT Sido Muncul menilai, penjual jamu gendong dan sedu merupakan mitra strategis dalam mengembangkan bisnis. Tak berhenti


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News