BKSDA Ungkap Penyebab Kematian Gajah di Bener Meriah

BKSDA Ungkap Penyebab Kematian Gajah di Bener Meriah
Tim BKSDA Aceh melakukan pemeriksaan terhadap gajah mati di Kabupaten Bener Meriah, Rabu (13/1/2021). Foto: Antara Aceh/HO

Agus Arianto menegaskan gajah sumatra merupakan satwa liar yang dilindungi. Berdasarkan data organisasi konservasi alam dunia, IUCN, gajah sumatra hanya ditemukan di Pulau Sumatra. Satwa tersebut masuk spesies terancam kritis dan berisiko tinggi untuk punah di alam liar.

Oleh karena itu, BKSDA Aceh mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam khususnya satwa liar gajah sumatra dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitatnya.

BACA JUGA: Oknum PNS Wanita Ini Mendadak Dijemput Polisi, Ulahnya Bikin Malu Institusi

"Kerusakan habitat gajah dapat menimbulkan konflik dengan manusia. Konflik ini bisa menimbulkan kerugian ekonomi dan korban jiwa bagi manusia maupun keberlangsungan hidup satwa dilindungi tersebut," kata Agus Arianto.(antara/jpnn)

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyatakan kematian gajah di Blang Rakal, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, diduga akibat keracunan pupuk.


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News