Blok Teuku Umar Masih Persoalkan DPT

Blok Teuku Umar Masih Persoalkan DPT
AMELIA YANI
JAKARTA –Di luar tiga butir pernyataan yang dikeluarkan tokoh lintas partai yang bertemu di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Selasa (14/4), memang belum menyepakati koalisi antar parpol. Pembicaraan masih seputar, bagaimana menyikapi borok-borok DPT, yang diperkirakan berdampak hilangnya hak memilih bagi warga negara.''Kami menghendaki KPU membereskan sampah-sampahnya terlebih dahulu sebelum menlanjutkan perhitungan suara,'' kata Ketua Umum DPP Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Amelia Yani kepada wartawan di Jakarta, Selasa (15/4).

Amelia Yani mengatakan, dalam waktu dekat ini para tokoh yang ikut dalam pertemuan tersebut akan mengeluarkan statemen yang minta agar perhitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dihentikan. ”Perhitungan harus dihentikan terlebih dahulu,'' tandasnya. Dijelaskan Amelia, ada tiga jalur yang akan digunakan para tokoh lintas partai yang bertemu di rumah Mega untuk mempersoalkan buruknyak kualitas pemilu. Pertama, jalur hukum dengan mengajukan sengketa ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kedua, jalur politik, antara lain dengan mengeluarkan seruan agar penghitungan suara dihentikan sementara. Ketiga, jalur massa.

”Kalau sampai massa yang bergerak, ini yang bahaya, karena 22 partai yang tidak mendapat suara lebih dari 2,5 persen juga akan bergabung,” beber putri pahlawan revolusi Ahmad Yani ini. Disepakati pula, untuk mempermudah koordinasi, para tokoh lintas partai memusatkan komando di kantor Sekretariat Bersama, yang letaknya di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. ”Letaknya persis di depan kantor KPU. Jadi nanti akan seru,” ucapnya. (sam/JPNN)

JAKARTA –Di luar tiga butir pernyataan yang dikeluarkan tokoh lintas partai yang bertemu di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar,


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News