Bom Bunuh Diri Serang Capres Afghanistan

4 Tewas, 17 Terluka

Bom Bunuh Diri Serang Capres Afghanistan
Sebuah mobil yang rusak di lokasi serangan bom mobil bunuh diri terhadap konvoi calon presiden Afghanistan Abdullah Abdullah. Getty images

jpnn.com - KABUL- Pemilihan presiden (pilpres) Afghanistan putaran kedua masih sepekan lagi. Tetapi, ketegangan yang mewarnai pertarungan Abdullah Abdullah dan Ashraf Ghani mulai terasa.

Jumat (6/6), dua ledakan menyasar iring-iringan mobil Abdullah di Kota Kabul. Serangan tersebut merenggut empat nyawa. Namun, Abdullah tidak terluka sedikit pun.

Sayed Gul Agha Hashemi, ketua unit investigasi kriminal Kepolisian Kabul, melaporkan bahwa dua serangan beruntun itu terjadi saat Abdullah baru meninggalkan Hotel Ariana.

Bersama dengan rombongan, dia baru berkampanye di hotel yang terletak di pusat kota tersebut. "Ledakan pertama berasal dari bom bunuh diri dari sebuah mobil. Ledakan kedua berasal dari ranjau," jelas Hashemi.

Untungnya, Abdullah luput dari maut. Dia berhasil menyelamatkan diri saat dua ledakan itu terjadi. "Abdullah selamat. Dia tidak terluka sedikit pun. Tetapi, empat orang tewas dan 17 lainnya terluka," kata Wakil Menteri Dalam Negeri Mohammad Ayoub Salangi.

Empat korban tewas itu, menurut dia, adalah dua warga sipil, seorang polisi lalu lintas, dan seorang anggota tim sukses Abdullah.

Lantaran lolos dari maut, politikus yang juga dokter tersebut melanjutkan rangkaian kampanyenya ke lokasi berikutnya. Dalam pidato yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi Afghanistan itu, Abdullah menceritakan insiden yang baru dialami.

"Beberapa menit lalu, iring-iringan kendaraan kami menjadi sasaran ranjau," ungkapnya.

KABUL- Pemilihan presiden (pilpres) Afghanistan putaran kedua masih sepekan lagi. Tetapi, ketegangan yang mewarnai pertarungan Abdullah Abdullah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News