Rabu, 21 Agustus 2019 – 23:19 WIB

Mentan Garap Lahan Rawa dengan Strategi Brigade Alat dan Mesin

Senin, 27 Mei 2019 – 07:25 WIB
Mentan Garap Lahan Rawa dengan Strategi Brigade Alat dan Mesin - JPNN.COM

jpnn.com, BARITO KUALA - Istilah Brigade tidak selalu identik dengan militer. Di Indonesia istilah ini kini digunakan pada pembangunan pertanian untuk menggambarkan cara penggunaan alat dan mesin (Alsin) pertanian yang lebih efektif dan efisien di lahan rawa.

Menteri Pertanian (Mentan) RI Amran Sulaiman menegaskan bantuan excavator yang diberikan Kementan untuk mengoptimasi lahan rawa di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan (Kalsel), harus digunakan secara berkelompok seperti brigade.

BACA JUGA: THR Cair, PNS dan CPNS Semringah

Menurutnya, hanya dengan cara ini penggunaan excavator dapat lebih maksimal dengan biaya yang lebih hemat.

Amran menginginkan ada 5 sampai 6 excavator yang mengerjakan satu lokasi sekaligus. Dengan bergerak dalam tim, pengawasannya akan mudah dan murah. Sedangkan jika bekerja sendiri-sendiri, biayanya akan mahal karena butuh pengawas yang banyak.

“Mau yang mudah dan murah atau yang susah dan mahal? Tolong ikuti prosedur. Satu lokasi kerjakan dengan 5 eksavator sekaligus, sehinggga cepat bergerak nya. Beda kalau 1 lokasi hanya 1 mesin. Beda spiritnya. Dalam 1 brigade lebih cepat,” ujar Amran saat meninjau perkembangan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi), di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Sabtu siang (25/5).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Batola menjelaskan di Desa Kokida, Kecamatan Barambai yang menjadi lokasi tinjauan Mentan, cara ini sudah dilakukan. Pola Brigade memang sejak awal menjadi instruksi Amran agar pengerjaan lahan sawah rawa lebih optimal.

Kalsel Akan Jadi Tumpuan Pangan Nasional

SHARES
TAGS   kementan Kementan
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar