Bukannya Work From Home, Ternyata 6.724 Perantau di Jabodetabek Malah Kembali ke Jateng

Bukannya Work From Home, Ternyata 6.724 Perantau di Jabodetabek Malah Kembali ke Jateng
Terminal bus. Ilustrasi. Foto dok JPNN.com

jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memantau ribuan warga yang datang dari Jabodetabek dan kembali ke Jateng di tengah wabah virus corona yang makin meluas.

Dia menyebut telah ada 80 bus membawa 1776 penumpang dari Jakarta ke Jepara. Selain itu, terjadi peningkatan penumpang dari Jabodetabek yang turun di terminal-terminal di Jateng.


Misalnya pada 22 Maret di terminal Bulupitu Purwokerto ada 2.323 penumpang turun dan di Terminal Giri Adipura Wonogiri ada 2.625 penumpang.

Ditotal kira-kira perantau yang pulang ke Jateng di tiga kota itu mencapai 6.724 orang.

Situasi yang sama juga terjadi di terminal Cepu, Pemalang, Kebumen, Wonosobo, Cilacap, dan lainnya.

Karena itu, Ganjar meminta para bupati dan wali kota lebih tegas dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Data setiap perantau yang pulang, cek kesehatannya, dan pantau terus. Protokol yang sama juga harus diterapkan di level desa, bahkan RT dan RW,” tekannya.

Para kepala daerah juga dipersilakan jika memang harus menutup tempat-tempat yang berpotensi menciptakan kerumunan seperti alun-alun, objek wisata, pantai dan sebagainya. Juga melarang setiap bentuk aktifitas massal seperti peribadatan dan resepsi pernikahan.

Ribuan perantau asal Jateng di Jabodetabek memilih kembali ke kampung halaman dibanding work from home di tengah meluasnya wabah virus corona.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News