Bunda Kaget Anaknya Gagal PPDB, Kalah Bersaing dengan Calon Siswa Nilai Rendah

Bunda Kaget Anaknya Gagal PPDB, Kalah Bersaing dengan Calon Siswa Nilai Rendah
Proses PPDB 2019. Foto : JPG/Pojokpitu

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA 2 Wonosari Rinawati membenarkan perihal perubahan aturan PPDB. Menurutnya, siswa harus memindah secara manual ke sekolah kedua jika gagal di pilihan pertama. Agar sekolah kedua itu menjadi pilihan pertama.

”Jadi, siswa harus log in lagi dan mengganti pilihan pertamanya,” ujarnya.

BACA JUGA: PPDB Jalur Zonasi, Boleh Diranking Berdasar Prestasi Calon Siswa

Terkait minimnya sosialisasi, Rinawati tak menampiknya. Dia berdalih sekolah kesulitan melakukan sosialisasi secara langsung. Sebab, pendaftaran PPDB secara online. Orangtua jarang ke sekolah untuk mencari informasi. Padahal, sekolah telah menyiapkan perangkat komputer dan tenaga pendamping jika siswa ingin mengganti pilihan.

”Orangtua merasa cukup mendaftar di rumah,” katanya. (gun/zam)


Kisah yang dialami anak Pepniyati adalah bukti bahwa sosialisasi PPDB sistem zonasi masih sangat kurang.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News