Bupati Mamberamo tengah Diduga Nikmati Uang Suap Sebegini, Jangan Kaget

Bupati Mamberamo tengah Diduga Nikmati Uang Suap Sebegini, Jangan Kaget
Ketua KPK Firli Bahuri menggelar konferensi pers terkait kasus Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak di kantornya, Jakarta Selatan, Senin malam. Foto: Fathan

jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mensinyalir Bupati Memberamo Tengah Ricky Ham Pagawak (RPH) menikmati hasil suap dan gratifikasi senilai ratusan miliar.

"Sejauh ini terkait dugaan suap, gratifikasi dan pencucian uang yang dinikmati RHP sejumlah Rp 200 miliar dan hal ini terus didalami dan dikembangkan oleh tim penyidik," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (20/2).

Firli menjelaskan Ricky Ham yang menjabat Bupati Mamberamo Tengah dua periode banyak mengontrol pemenang proyek pembangunan infrastruktur.

Politikus Partai Demokrat itu diduga menentukan sendiri para kontraktor yang nantinya akan mengerjakan proyek dengan nilai kontrak pekerjaannya mencapai belasan miliar rupiah.

"Syarat yang ditentukan RHP, agar para kontraktor bisa dimenangkan antara lain dengan adanya penyetoran sejumlah uang," papar Firli.

Sejauh ini terdapat tiga kontraktor yang diduga terlibat suap dan gratifikasi terhadap Ricky Ham.

Mereka ialah Direktur PT Solata Sukses Membangun Marten Toding, Direktur Utama PT Bumi Abadi Perkasa Jusieandra Pribadi Pampang, dan Direktur Utama PT Bina Karya Raya/Komisaris Utama PT Bumi Abadi Perkasa Simon Pampang.

Ricky Ham kemudian bersepakat dan bersedia memenuhi keinginan dan permintaan Simon Pampang.

Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak menjabat selama dua periode banyak mengontrol proyek pembangunan infrastruktur.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News