Bursa Saham Potensial Berbalik Arah

Bursa Saham Potensial Berbalik Arah
Bursa Saham Potensial Berbalik Arah
Alasan yang dijadikan acuan Jeff Tan adalah pola pengangguran Amerika Serikat (AS) yang cenderung meningkat. Kondisi itu, akan menekan dan membatasi gerakan indeks untuk lepas dari zona merah. Karena itu, indeks paling banter akan melipir di area support dikisaran 3819 dan resistence 3950. Saham-saham laik dikoleksi antara lain TLKM, UNVR, INDF, HMSP.

Sementara menyudahi perdagangan Jumat (5/8) indeks nyongsep 200,443 poin (4,87 persen) ke level 3.921,643. Sementara Indeks LQ45 jatuh 36,811 poin (5,05 persen) ke level 693,293. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 1,232 triliun di pasar reguler dan negosiasi. Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 212.246 kali pada volume 10,295 miliar lembar saham senilai Rp 9,934 triliun. Hanya 9 saham naik, sisanya 321 saham turun, dan 15 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Merck (MERK) naik Rp 2.500 ke Rp 127.000, Tempo Scan (TSPC) naik Rp 225 ke Rp 3.000, Pioneerindo (PTSP) naik Rp 100 ke Rp 800, dan Century Textille (CNTX) naik Rp 800 ke Rp 8.700. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Schering Plough (SCPI) turun Rp 6.900 ke Rp 28.500, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 3.550 ke Rp 44.750, Astra Internasional (ASII) turun Rp 3.200 ke Rp 67.200, dan Multi Breeder (MBAI) turun Rp 2.850 ke Rp 28.150. (far)

JAKARTA - Performa indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi berbalik arah. Itu terjadi menyusul gerakan impresif bursa wall street. Di mana


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News