Capeknya Pasien BPJS, ‎Ingin Sembuh Harus Sabar Antri

Capeknya Pasien BPJS, ‎Ingin Sembuh Harus Sabar Antri
Pasien BPJS antri hingga tertidur, di RSUD Depok. Foto: Mesya Mohammad/JPNN.com

Rosita mengaku, sembari menunggu loket pelayanan dibuka, dia tiduran di ruang tunggu pasien. Rosita yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh cuci ini tidak perduli‎, karena rumah sakit masih sepi jam segitu.

Dia menuturkan, sudah lama menderita penyakit kekurangan sel darah putih. Namun, perempuan yang mengaku punya kakak bekerja di salah satu stasiun televisi swasta ini‎ tidak mau berobat lantaran tidak mempunyai kartu BPJS. Alhasil bertahun-tahun dia menahan rasa sakitnya.

Baru setelah dia mendapatkan BPJS gratis, ibu dua putra ini pun rutin berobat. Terhitung sudah empat kali dia berobat. Selama menggunakan kartu BPJS, Rosita mengaku enjoy-enjoy saja. 

Meski antrinya lama dan seharian, perempuan berhijab ini selalu senyum dan bahkan memberi semangat ke pasien lainnya.

"Mau sehat kan? Ya sabar. Kan gratis juga, nggak bayar kan? Yang penting sehat," ujarnya kepada beberapa pasien di sampingnya.

Rosita menunjukkan nomor urutnya. Katanya, meski dapat nomor relative awal, tetap pulang sore. Lantaran banyak loket yang harus dilintasi. Baginya, pindah loket sana-sini hal biasa.

"Cuma pindah-pindah loket tidak masalah. Tiap loket harus antri, tidak masalah juga. Yang penting saya sehat saja. Sekarang saya sudah kelihatan sehat kan, karena saya sabar. Sabar antri paling utama," ucapnya.

Penuturan serupa diungkapkan Mpok Ning, 58. Ibu empat anak ini mengaku pengguna BPJS yang setia. Namun dia tidak menggunakan BPJS gratis. Padahal suami Mpok Ning tidak punya pekerjaan tetap.

SEHAT itu mahal. Istilah itu begitu populer di masyarakat. Namun sekarang, ada tambahan satu istilah lagi yakni mau sembuh harus sabar. Kalimat ini

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News