Cara Memilah Informasi Agar Terhindar Dari Hoaks

Cara Memilah Informasi Agar Terhindar Dari Hoaks
Ilustrasi hoaks. Grafis: Rahayuning Putri Utami/JPNN.com

Wakil ketua Fact Checker UI dan JaWAra Internet Sehat 2022 Wulan Fitria Ramadani mengajak pengguna raung digital agar lebih mengidentifikasi informasi agar terhindar dari Hoaks.

“Ada beberapa kiat identifikasi hoaks, yang pertama perhatikan apakah informasi tersebut muncul atau tidak di media-media arus utama. Selanjutnya informasi hoaks kerap mencatut nama tokoh-tokoh atau lembaga terkenal dan informasinya terdengar tidak masuk akal serta disertai dengan penelitian palsu," tutur dia.

Wulan mengatakan semua pengguna ruang digital bisa menjadi warganet yang berani melawan dan anti-hoaks.

“Untuk melawan hoaks kita harus membaca informasi secara keseluruhan. Harus mampu berpikir kritis, tabayyun, cek dan ricek dalam menerima semua informasi, saring sebelum sharing dan lapang dada serta tidak mengedepankan emosi dalam menanggapi informasi yang kita terima," jelasnya.

Lebih lanjut anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar Dian Muhtadah Hamna mengatakan media arus utama harus menjadi garda terdepan dalam menangkal berita bohong.

"Jurnalis harus mampu mengembalikan muruah media utama dalam memerangi berita palsu. Kita harus meningkatkan literasi media online dan media sosial dengan ikut serta pelatihan seperti cek fakta atau pun ikut grup diskusi anti-hoaks," ungkap dia.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama GNLD Siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia Makin Cakap Digital.

Program itu bertujuan mendukung dan mendorong masyarakat memanfaatkan dunia digital sebagai sarana komunikasi dan interaksi yang aman, nyaman, dan berbudaya.

Pemeriksa Fakta Senior Masyarakat Anti Fitnah Indonesia Bentang Febrylian menjelaskan informasi hoaks memiliki dampak serius bagi pengguna rung digital

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News