Cari Ide LCEV, Menperin Airlangga Lawatan ke Jerman

Cari Ide LCEV, Menperin Airlangga Lawatan ke Jerman
Mobil Listrik Ezzy ITS 2 (merah) dan Ezzy ITS 1 (putih) tiba di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya, Selasa (6/5). Foto: Frizal/Jawa Pos

jpnn.com, JAKARTA - Bersamaan persiapan regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) yang tak kunjung rampung, pemerintah melalui Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto melakukan lawatan ke Fraunhofer Gesellschaft di Munich, Jerman, sebagai upaya sekligus bagian dari upaya pemerintah menerapkan peta jalan industri 4.0 di Indonesia.

Menurut Menperin Airlangga Hartarto, Indonesia sudah seharusnya bisa membangun industri manufaktur nasional yang berdaya saing global dengan menerapkan standar-standar keberlanjutan. Untuk itu, diperlukan penggunaan teknologi terkini khususnya yang berkonsep pada ramah lingkungan.

“Oleh karenanya, kami akan mengunjungi Fraunhofer, yaitu lembaga riset yang ada di Jerman. Lembaga riset Jerman ini sedang mengembangkan satu jenis algae yang bisa mengkonversi palm oil mill effluent (POME) menjadi gasoline. Itu beberapa riset yang nanti kami lihat,” ungkapnya dalam siaran resmi.

Penemuan tersebut dinilai dapat menekan emisi gas buang kendaraan dan mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM).

Hal tersebut seiring dengan program yang telah diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin), yakni low carbon emission vehicle (LCEV) untuk mendorong industri otomotif di Indonesia memproduksi kendaraan ramah lingkungan.

“Riset terhadap biofuel ini harus dilakukan, karena Indonesia merupakan salah satu penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Kita juga punya rumput laut. Keduanya sedang dilakukan riset, dan pemerintah siap memberikan insentif,” pungkasnya. (mg8/jpnn)


Bersamaan persiapan regulasi low carbon emission vehicle (LCEV), Menperin Airlangga Hartarto melakukan lawatan ke Fraunhofer Gesellschaf, di Jerman.


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News