Catatan Ketua MPR RI: Vaksinasi di Tengah Ancaman dari Varian Baru Virus Corona

Oleh: Bambang Soesatyo

Catatan Ketua MPR RI: Vaksinasi di Tengah Ancaman dari Varian Baru Virus Corona
Ketua MPR Bambang Soesatyo. Foto: Humas MPR.

Jumlah vaksin sebanyak itu akan disuntikan kepada sedikitnya 188 juta penduduk dari total 269 juta penduduk Indonesia. 

Realisasi vaksinasi yang menyeluruh atau mencakup 188 juta penduduk itu memang butuh waktu relatif lama karena faktor sulitnya mendapatkan vaksin.

Pemerintah, sebagaimana dikemukakan Presiden Joko Widodo, berusaha agar vaksinasi bisa dituntaskan dalam waktu kurang dari setahun.

Walaupun target waktu ini tidak mudah, presiden tampaknya terus mendorong para pembantunya untuk tetap bekerja keras mereduksi dampak pandemi di dalam negeri.

Apalagi, durasi ketidakpastian global akibat pandemi masih sulit diprediksi sebagai akibat dari munculnya varian baru virus corona itu. 

Mereduksi dampak pandemi di dalam negeri terus diupayakan pemerintah dengan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang lebih ketat di pulau Jawa dan Bali pada periode 11-25 Januari 2021.

PSBB ketat di Jawa harus diterapkan untuk merespons lonjakan kasus Covid-19 akhir-akhir ini. Konsekuensi dari tambahan puluhan ribu kasus Covid-19 sepanjang Desember 2020 hingga pekan pertama Januari 2021 tidak hanya memprihatinkan, tetapi juga mulai mencemaskan. 

Tingkat keterisian rumah sakit di Jawa untuk merawat pasien Covid-19 sudah di atas 70 persen.

Varian baru virus cotona dari Inggris, VUI 202012/01, diketahui menginfeksi sejumlah orang di Belanda, Denmark, hingga Australia dan Afrika Selatan. Dilaporkan bahwa varian baru virus corona ini 70 persen lebih menular dibandingkan virus aslinya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News