Cerdas, Begini Cara Hacktiv8 Menghadapi Persaingan Dunia Kerja yang Makin Kompetitif

Cerdas, Begini Cara Hacktiv8 Menghadapi Persaingan Dunia Kerja yang Makin Kompetitif
Ilustrasi - Pendidikan IT. Foto: Dok. Hacktiv8

jpnn.com, JAKARTA - Persaingan dunia kerja dalam tahun-tahun mendatang akan menjadi jauh lebih sulit dan kompetitif. Pasalnya, disrupsi digital telah menggeser jenis-jenis pekerjaan yang ada, sehingga diprediksi hampir separuh (42 persen) skill yang dibutuhkan perusahaan akan berubah.

Hal ini diperparah dengan kehadiran pandemi, yang memaksa semua perusahaan untuk melakukan digitalisasi operasional, serta memangkas jumlah tenaga kerja yang perannya tergantikan oleh sistem otomatis atau mesin. 

Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) menyatakan bahwa kemahiran teknologi merupakan skill terpenting yang harus dimiliki tenaga kerja saat ini.

Riset LinkedIn juga menemukan bahwa 6 dari 10 skill yang paling dibutuhkan perusahaan berada pada sektor IT, seperti: blockchain, cloud computing, analisa data, pengembangan kecerdasan buatan, desain UX/UI, dan scientific computing.

Oleh karena itu, jika ingin bersaing di dunia kerja masa depan, sangat penting bagi tenaga kerja Indonesia untuk melakukan upgrade skill, terutama di masa pandemi ini.

Sayangnya, berbanding terbalik dengan meningkatnya minat pelajar untuk menggeluti bidang teknologi informasi, kesempatan untuk mengasah kemampuan dan meniti karier di bidang IT sering kali terhambat tingginya biaya pelatihan dan pendidikan. Hal inilah yang mendorong Hacktiv8 sebagai coding bootcamp pertama di Indonesia untuk mengenalkan sistem Income Share Agreement (ISA) atau yang disebut Skema Bagi Hasil.

“Indonesia adalah salah satu ekosistem teknologi dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Kami melihat banyaknya permintaan untuk posisi developer (pengembang teknologi), namun kurangnya sarana pendidikan di bidang teknologi informasi. Program Income Share Agreement dari Hacktiv8 mempermudah mereka untuk mendapatkan pendidikan IT intensif hingga siap kerja, tanpa perlu membayar biaya di muka,” kata CEO dari Hacktiv8, Ronald Ishak, Senin (30/11).

Salah satu alumni yang bergabung di Hacktiv8 dengan menggunakan Income Share Agreement adalah Ahmad Waluyo.

Skema Hacktiv8 ini secara efektif merespons kebutuhan di dua sisi mata uang, yaitu memenuhi kebutuhan perusahaan terhadap tenaga IT berkualitas hanya dalam waktu empat bulan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News