JPNN.com

Cerita di Balik Batik Bermotif Corona Pesisir Selatan

Rabu, 20 Januari 2021 – 22:23 WIB
Cerita di Balik Batik Bermotif Corona Pesisir Selatan - JPNN.com
Lisda Hendrajoni dengan batik bermotif corona. Foto: source for JPNN

jpnn.com, PESSEL - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah meluncurkan Batik Tanah Liek dengan motif virus corona.

Peluncuran batik unik ini berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pesisir Selatan, Selasa (19/1), dihadiri Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Pessel Lisda Hendrajoni serta Forkopimda dan Kepala OPD.

“Kami mengapresiasi para pengrajin batik tanah Liek, yang hingga saat ini terus berkoordinasi dengan Dekranasda selaku pembina. Saat munculnya ide motif corona kami langsung memberikan dukungan agar segera diluncurkan dan dipromosikan, karena kami menilai ini sebuah karya yang unik,” kata Lisda.

Selain motif yang unik, menurut Lisda terdapat cerita dan motivasi dalam batik motif corona tersebut, yang timbul dari pengrajin batik Dewi Hapsari.

“Meskipun berada di tengah pandemi Covid-19, tetapi pengrajin tetap menyalurkan kreativitasnya. Ini menjadi motivasi bagi semua, sekaligus akan memiliki nilai jual dalam promosinya ke depan,” ujar Lisda.

Guna mendukung dan mewujudkan Pesisir Selatan menjadi sentra batik, Lisda mengaku juga tengah mempersiapkan pabrik pewarna batik yang rencananya akan dibangun di Kanagarian Lumpo Kecamatan IV Jurai.

“Pesisir Selatan saat ini sudah mulai dikenal sebagai penghasil batik di Sumatera Barat. Batik Lumpo, dan Batik Tanah Liek dengan berbagai motif seperti mandeh rubiah, serta motif corona dan batik jembatan akar. Pengrajin membutuhkan kehadiran pabrik pewarna sebagai penunjang produksi,” katanya.

Sementara itu, Dewi Hapsari yang menciptakan ide batik corona, mengucapkan terima kasih kepada Dekranasda Pesisir Selatan karena selama ini telah memberikan pembinaan dan dukungan terhadap UKM khususnya pada sentra batik.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...