Selasa, 17 Juli 2018 – 05:16 WIB

Cerita Din tentang Mushaf Alquran Pemberian Tokoh Konghucu

Rabu, 11 Juli 2018 – 23:39 WIB
Cerita Din tentang Mushaf Alquran Pemberian Tokoh Konghucu - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin punya cerita menarik di balik keputusan tokoh Konghucu asal Malaysia, Tan Sri Lee Kim Yew menyerahkan mushaf Alquran terbesar dalam bentuk sulaman kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Rabu (11/7). Mushaf itu dipercayakan ke Indonesia untuk umat Islam dunia.

Din menuturkan, Kim yang merupakan warga keturunan Tionghoa penganut Konghucu yang baik merupakan sahabatnya. Tiga tahun lalu Kim memesan mushaf dalam bentuk sulaman itu kepada sekelompok muslimah di Daerah Otonomi Khusus Ninxia, Tiongkok.

“Secara diam-diam tiga tahun lalu menyuruh dengan membayar mahal sekelompok perempuan muslimah di provinsi otonomi khusus muslim di China, Ningxia untuk membuat atau menulis Alquran sulaman di atas kain indah. Alhamdulilah selesai," ucap Din di Istana Kepresidenan Jakarta. Baca juga: Jokowi Terima Mushaf Alquran Terbesar dari Tokoh Konghucu

Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Kerja Sama Antaragama dan Peradaban itu menceritakan ketika bertemu Kim di di Kuala Lumpur, ada salah satu hotel termewah di ibu kota Malaysia yang menyampaikan informasi penting. Pengusaha kaya itu memberitahukan bahwa mushaf sulaman berbahan kain satin dan sutra rencananya akan diserahkan kepada pemimpin Arab Saudi.

"Kim menyampaikan kepada saya, insyaallah Alquran besar ini ingin dihadiahkan kepada umat Islam se-dunia melalui Raja Saudi Arabia Raja Salman. Lalu saya bujuk beliau, bagaimana kalau hadiah itu diberikan melalui Presiden RI. Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dan beliau sepakat," tutur Din.

Mushaf Alquran tersebut terdiri dari satu juz dalam satu gulungan sepanjang 17 meter. Cara membacanya dari kanan ke kiri.

Bila ditotal maka 30 juz Alquran dalam 30 gulungan. Atau jika dibentangkan akan memanjang hingga 450 meter.

Saat ini, keseluruhan mushaf yang dikerjakan 40 ahli terbaik itu disimpan di dalam dua peti yang dibuat khusus dari kayu pilihan. Dengan demikian, serangga tak bisa memasukinya.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar