Cerita Nurul Ghufron KPK Terinfeksi Covid-19, Mulanya Batuk Sampai Panas Meriang

Cerita Nurul Ghufron KPK Terinfeksi Covid-19, Mulanya Batuk Sampai Panas Meriang
Nurul Ghufron. Foto: Ricardo/JPNN.com

Pada 27 Juni, Ghufron baru melaksanakan tes PCR.

"Dan baru tahu hasilnya keesokan harinya bahwa saya positif Covid dengan CT 18,6. Status sedang," imbuhnya.

Dia lalu direkomendasikan oleh dokter untuk menjalani rawat inap karena memiliki gejala.

Namun, Ghufron memilih untuk isolasi mandiri di rumahnya. Sebab, kondisi rumah sakit saat itu sedang kritis.

"Yang membutuhkan kamar rawat inap banyak dan yang lebih parah dari saya lebih banyak. Karena itu saya merelakan kamar rawat inap saya kepada orang lain dan saya memilih rawat isoman di rumah," kata Ghufron.

Saat Ghufron isolasi mandiri di rumah, keluarganya ikut terpapar. Sebanyak lima orang tertulari Covid-19. Beruntung, kondisi keluarganya dalam keadaan baik-baik saja.

Mantan Dosen Universitas Jember tersebut mengaku banyak istirahat dan berolahraga ringan selama isolasi mandiri. Ghufron membagikan salah satu kiat untuk bisa sembuh dari Covid-19. Salah satunya, berpikiran positif dan yakin bisa sehat kembali.

"Caranya harus yakin bahwa Covid adalah bagian dari makhluk Allah yang hadir tidak sendirinya, tetapi pasti ada hikmah kepada kita semua agar tidak menyombongkan diri dengan mengecilkan penyakit ini," ungkap Ghufron.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menceritakan pengalamannya menjadi penderita Covid-19. Dia menilai Covid-19 merupakan momentum untuk bertobat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News