Cerita Percakapan Terakhir Kompol Andi Chandra dengan Ibunya

Cerita Percakapan Terakhir Kompol Andi Chandra dengan Ibunya
Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Kompol Andi Chandra diberangkatkan ke Nagori Bandar untuk dimakamkan, Minggu (22/4). Foto: sumutpos/jpg

“Dia bilang, belum tahu Mak,” ungkap Sumarni sambil menyeka air mata.

Sumarni mengisahkan, anak sulungnya ini adalah tulang punggung dalam keluarga. Andi sosok yang baik dan peduli keluarga, tetangga. Kesehariannya Andi dikenal imam keluarga yang saleh, disiplin ibadah salat lima waktu, dan hidup sehat tanpa rokok.

“Anaknya ini saleh sekali orangnya, salatnya rajin, tidak pernah merokok. Harapan kami, segala kesalahan dia dimaafkan, kepada negeri kami ucapkan terima kasih telah mendidik anak kami, kepada pimpinannya kami berharap keluarga kami tetap diperhatikan dan dipedulikan,” pungkasnya.

Sementara, Wakapolres Simalungun Kompol Hendra Eko Triyulianto SIK MH saat ditemui di lokasi rumah duka, mengatakan, Kompol Adi Chandra adalah seniornya.

“Dia abang senior saya, beliau tamat 2003, saya 2004. Beliau itu baik sekali orangnya dan ramah. Kami memang jarang ketemu dan kalaupun bertemu ketika ada rapat di Polda Sumut,” kenang Hendra, yang sebentar lagi juga harus berpindah tugas ke Direskrimum Polda Sumut ini.

Sebelumnya, Kompol Andi Candra ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia, Minggu (22/4) sekira pukul 10.00 WIB di Perairan Desa Sei Lumt Kecamatan Panai Tengah Kabupaten Labuhanbatu. Kapal yang ditumpanginya bersama Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SIK mengalami kecelakaan dan karam.(adi/esa/smg/mag-1/adz)


Sumarni mengisahkan, tidak ada firasat apa pun bahwa akan kehilangan anak pertamanya dari empat bersaudara.


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News