Climate Change Sepak Bola Kita

Climate Change Sepak Bola Kita
Climate Change Sepak Bola Kita
Menyentak juga statemen Alfred Riedl di depan wartawan, 10 Desember lalu. ”Apa yang terjadi saat ini, pemain sudah seperti sirkus. Ini sangat berlebihan. Kami ingin kerjasama dengan media, tetapi bukan seperti ini caranya. Pemain saya bukanlah kuda sirkus dan anda sutradaranya yang bisa menyuruh mereka melakukan ini dan itu. Ini tak boleh terjadi, dan saya harap kalian mau bekerjasama!”

Pelatih yang mantan pemain depan Austria itu memang menerapkan disiplin tinggi. Lihat saja di bangku cadangan, tak seorang pun pengurus –termasuk Nurdin Halid, Ketua PSSI•duduk di sana! Mau Presiden SBY, mau Sultan, mau pimpinan DPR RI, no way! Dia juga tak mau secuilpun dipengaruhi dalam memasang pemain. Benar-benar total football, disiplin olahraga, nggak mau diusik kepentingan pencitraan.

Di internal timnas PSSI sendiri rupanya juga ditimpa perubahan iklim yang dramatik. Jauh berbeda dari sebelumnya. Mungkin, inilah salah satu faktor, mengapa Rield sukses menggarap timnas Vietnam dan Laos" Karena, menang di tiga laga itu tak berarti apa-apa jika dua partai terakhir gagal! Jangan terlena, simpan dulu rasa bangga itu, karena perjalanan belum sampai ke titik klimaks. Filipina dan Vietnam juga bukan kacang goreng, yang renyah dikunyah! Mereka bisa seperti Tom & Jerry! Habis dilindas, dimutilasi, digoreng, dimakan, masih bisa hidup dan hidup lagi. Walt Disney sudah memberi isyarat, seekor tikus pun bisa mempermalukan kucing, dan mengadu domba dengan anjing! (***)

Publik bola kita tak bosan-bosan bergunjing sosok Irfan Bachdim. Striker timnas PSSI di Piala AFF, yang bertampang cool dan imut-imut keren itu mengubah


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News