Covid-19 Mengamuk di Satu Kampung Garut

Covid-19 Mengamuk di Satu Kampung Garut
Ilustrasi Covid-19. Grafis: Rahayuning Putri Utami/JPNN.com

jpnn.com, GARUT - Kasus penularan wabah COVID-19 terhadap warga satu kampung di Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, bertambah menjadi 53 orang.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Garut memperkirakan korban bakal terus meningkat karena dilaporkan banyak warga kontak fisik dengan pasien corona.

"Jadi kemungkinan masih akan terus bertambah angka positifnya, angka terakhir sampai kemarin (Senin) itu ada 53 orang positif," kata Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Garut yang juga Camat Cisompet Rahmat Alamsyah, Selasa (15/6).

Rahmat menuturkan warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 seluruhnya berada di satu desa, yakni Desa Panyindangan, Kecamatan Cisompet, dengan kondisi gejala ringan.

Petugas medis, kata dia, sudah menjemput mereka yang positif COVID-19 untuk menjalani isolasi dan mendapatkan penanganan medis di Gedung Olahraga (Gor) Desa Payindangan.

"Yang positif itu paling banyak dari RW 1, kalau yang di sana kita isolasi di rumah masing-masing, sementara satu RW itu kita 'lockdown', sementara warga yang dari luar RW 1 kita bawa ke Gor Desa agar pengawasannya mudah," katanya.

Dia menyampaikan petugas medis di lapangan dengan keterbatasan personel terus berupaya melakukan tes usap terhadap warga yang diketahui kontak fisik dan mengeluhkan gejala terganggunya penciuman untuk mendeteksi penularan wabah COVID-19 di kampung itu.

Lonjakan kasus positif COVID-19 di kampung itu, kata dia, terjadi setelah melewati musim libur hari raya yang memicu banyak orang beraktivitas di luar rumah dan berkerumun tanpa mematuhi protokol kesehatan.

Kasus penularan wabah COVID-19 terhadap warga satu kampung di Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus bertambah.