Curiga Bayi Tertukar, Minta Tes DNA

Curiga Bayi Tertukar, Minta Tes DNA
Curiga Bayi Tertukar, Minta Tes DNA
Tim terpadu itu, tambah dia, juga telah melakukan cek ulang berupa lingkar kepala dan cap telapak kaki bayi. Hasilnya menyebutkan bahwa anak tersebut benar bayi yang dilahirkan Atun. "Petugas yang membatu proses kelahiran juga merasa yakin bahwa bayi yang dibantunya adalah yang ada di tangan Atun dan Afid saat ini," kata Sasongko.

Atas dasar itu, pihak RSUD Muntilan telah menyampaikan surat resmi dan permohonan maaf serta memberikan surat kelahiran baru yang sudah diralat. "Namun, jika pihak orang tua hendak meminta tes ulang, kami siap membantu dan melayani," katanya.

Bayi anak pasangan Afid-Atun lahir pada 20 Mei lalu di RSUD Muntilan sekitar pukul 23.45. Kala itu ada tujuh petugas yang membantu proses persalinan. Afid setia menunggui sang istri di sampingnya. Tangisan bayi membuat pasangan itu lega. Mereka juga lega karena anak pertama  berhasil lahir tanpa cacat.

"Bayi yang lahir dengan cara normal itu kemudian diletakkan di atas perut ibunya selama beberapa detik. Petugas medis kemudian segera membawa keluar si jabang bayi untuk dirawat lebih lanjut. "Saya tidak diperbolehkan melihat, namun terus saya kejar sambil bertanya, laki-laki atau perempuan, dan dijawab laki-laki," ujar Afid yang sehari-hari bekerja sebagai kondektur bus ini.

MAGELANG - Peristiwa yang dialami pasangan suami istri (pasutri) Muhammad Afid, 25, dan Atun, 21,  ini termasuk langka. Awalnya mereka sangat

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News