Daging Sapi Mahal, Warga Batam Beralih Beli ke Distributor

Daging Sapi Mahal, Warga Batam Beralih Beli ke Distributor
Ilustrasi daging sapi. Foto: Malut Post/JPNN

Sementara pedagang bakso di kawasan Penuin, Nanang. Ia saat ini lebih memilh berbelanja daging sapi beku langsung ke distributor daging sapi di PT Batam Frozen Food di Komplek Batam Sentosa Tanah Longsor Seraya karena harganya jauh lebih murah daripada harga daging sapi beku yang dijual di pasar-pasar.

"Biasanya belanja daging tak jauh dari tempat saya membuat bakso di Penuin. Karena harga daging sapi beku sekarang agak mahal mencapai Rp 90 ribu lebih, makanya saya pilih beli langsung ke distributornya langsung meski agak jauh tempatnya," ujar Nanang.

Banyaknya masyarakat yang saat ini memilih datang langsung membeli ke gudang, diakui oleh pemilik PT Batam Frozen Food, William.

"Biasanya hanya pelanggan yang beli partai besar saja, seperti misalnya beli per boks daging sebanyak 30 sampai 50 kilogram. Sekarang ini banyak juga masyarakat yang membeli daging ke gudang langsung partai kecil seperti mulai dari 5 kilogram, ada yang 10 kilogram. Kami tetap layani dengan pembelian minimal 5 kilogram. Tentunya kami tetap memakai harga daging beku kualitas 1 yakni tertinggi Rp 78 ribu. Kami tak ada jual di atas HET," terang William.

Tak hanya menjual langsung ke gudang. Dalam seminggu, baik Acin maupun William selama mengikuti Pasar Murah TPID, pihaknya mampu menjual daging sapi beku hingga menembus 2 ton.

"Itu bagian dari usaha kami ikut program pemerintah melalui pasar murah untuk menstabilkan harga daging sapi beku atau menekan kenaikan harga daging sapi beku di pasar-pasar," ujar William mengakhiri. (gas)


Sejumlah masyarakat yang biasanya belanja daging sapi di pasar maupun mal, beralih langsung membeli ke gudang atau distributor daging sapi.


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News