Rabu, 24 Juli 2019 – 09:19 WIB

Dana Pendidikan di APBD Hanya 6,3 Persen

Kamis, 28 Januari 2010 – 20:20 WIB
Dana Pendidikan di APBD Hanya 6,3 Persen - JPNN.COM

JAKARTA—Kepala Unit Penelitian dan Informasi Kemitraan Abdul Malik Gismar  menerangkan bahwa rata-rata provinsi di Indonesia hanya mengalokasikan sebesar 6,3 persen anggaran APBD untuk pendidikan. Padahal, mestinya anggaran untuk sektor pendidikan mencapai 20 persen.

“Secara eksplisit memang sudah ditulis bahwa negara harus mengalokasikan anggaran minimal 20 persen. Namun kenyataannya belum ada provinsi yang memenuhinya,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (28/1).

Dikatakan, berdasarkan data Partnership Governance Index (PGI), Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki persentase anggaran pendidikan terbesar, ternyata hanya mencapai 17,6 persen.

“Untuk provinsi lainnya yakni sekitar 20 provinsi, justru memiliki anggaran yang lebih rendah dari itu. Sebut saja di antaranya Jawa barat, Maluku Utara dan Bengkulu hanya mengalokasikan anggaran untuk pendidikan kurang dari 2 persen dalam APBD-nya,” terangnya.

Selain itu bila dilihat lebih mendalam, jelas Malik, maka  akan lebih jelas besaran komitmen pemerintah daerah terhadap layanan pendidikan. “Provinsi di Indonesia rata-rata hanya menganggarkan Rp 137.386 per siswa setiap tahun dan bahkan ada yang hanya sebesar Rp 11.659 per siswa setiap tahunnya.,” tukasnya. Dikatakan, paling tinggi adalah provinsi Kepulauan Riau yang mengalokasikan sebesar Rp 831.860 per siswa setiap tahun.

“Kami memang sudah melakukan diskusi mengenai hal ini di 22 provinsi. Namun persoalannya adalah memang membutuhkan budget konsekuensinya yang harus lebih besar. Maka dari itu, semoga ke depannya dapat memperoleh solusi yang tepat dalam memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia secara merata,” paparnya.

Menanggapi hal ini,  Rektor Universitas Paramadina Anis Baswedan  mengatakan bahwa ini memang bisa dikatakan suatu dampak dari adanya sistem desentralisasi di bidang pendidikan. “Desentralisasi memang sulit, tetapi ini memang cara terbaik. Namun yang lebih baik saat ini dilakukan, adalah bagaimana mengukurnya walaupun jika dilihat secara umum harusnya menghasilkan efek positif,” jelasnya. (cha/jpnn)
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar