Dapat Tugas Besar, Dokter Andani Eka Putra Mundur dari RS Unand

Dapat Tugas Besar, Dokter Andani Eka Putra Mundur dari RS Unand
Dokter Andani Eka Putra. Foto: diambil dari padek

jpnn.com, PADANG - Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Andani Eka Putra mendapat kepercayaan menjadi Tenaga Ahli Menteri Kesehatan Bidang Penanganan Pandemi Covid-19.

Andani yang juga Direktur Rumah Sakit (RS) Unand pun mohon izin, doa dan dukungan kepada para senior, staf dosen dan keluarga besar Fakultas Kedokteran Unand serta masyarakat agar bisa menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.

“Saya mohon izin, doa dan dukungan semoga saya dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” kata Andani Eka Putra seperti dikutip dari Padek akhir pekan kemarin.

Dalam proses pengangkatannya sebagai tenaga ahli Menkes ini, Andani menyebutkan bahwa dirinya akan mempersiapkan pengunduran diri sebagai Direktur Rumah Sakit Unand.

“Hasil koordinasi dengan rektor dan rekan, saya akan tetap menjalankan tugas sebagai dosen, karena waktu penugasan tidak penuh di Jakarta, mungkin sepuluh hari dalam satu bulan,” ungkapnya.

Andani juga meminta semua pihak untuk tak segan-segan memberikan kritik dan masukan terhadap dirinya dalam menjalankan tugas sebagai staf ahli menkes.

Andani merupakan pria kelahiran Pesisir Selatan, Sumatera Barat, 15 Agustus 1972.

Dia dikenal karena kiprahnya pada masa pandemi COVID-19 di Sumbar dan disebut dalam rilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai 'Patriot Militan di Tengah Pandemi'.

Dalam sebuah rilis BNPB, Dokter Andani Eka Putra disebut sebagai Patriot Militan di Tengah Pandemi.