Data Aplikasi PeduliLindungi Bocor? Kemenkes Klaim Begini

Data Aplikasi PeduliLindungi Bocor? Kemenkes Klaim Begini
Ilustrasi - Pengunjung Kuningan City di Jakarta Selatan memindai kode batang atau barcode melalui aplikasi PeduliLindungi. Kemenkes mengklaim begini terkait dugaan data pada aplikasi PeduliLindungi bocor. Foto: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara terkait dugaan adanya kebocoran data pada aplikasi PeduliLindungi.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dokter Siti Nadia Tarmizi mengklaim tak ada kebocoran data.

Menurutnya, banyak kerancuan informasi atau hoaks di masyarakat menyusul sejumlah kejadian berbeda yang tidak saling terkait namun berhubungan dengan aplikasi PeduliLindungi.

Siti Nadia kemudian menyebut satu persatu rumor yang berkembang di tengah masyarakat saat ini.

Pertama terkait penyalahgunaan data vaksinasi Presiden Joko Widodo, dia memastikan hingga saat ini tidak ada bukti kebocoran data pribadi di aplikasi PeduliLindungi.

Ada pihak-pihak tertentu yang memiliki informasi NIK dan tanggal vaksinasi COVID-19 milik presiden dan digunakan untuk mengakses sertifikat vaksinasi milik presiden.

"Jadi ini adalah penyalahgunaan identitas orang lain untuk mengakses informasi pihak yang tidak terkait. Bukan kebocoran data," ujar dokter Nadia dalam keterangannya, Minggu (5/9).

Dia pun mengimbau masyarakat tetap menggunakan aplikasi PeduliLindungi karena data pribadi seluruh masyarakat Indonesia dijamin aman sesuai undang-undang yang berlaku.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim begini terkait dugaan data pada aplikasi PeduliLindungi bocor.

Sumber ANTARA

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News